Gawat, Dinilai Kurang Siap, Ketua Kontingen POPDA XVII di Idi Teriaki Krisis Air Bersih

Air bersih yang dibeli kontingen Aceh Barat di event POPDA XVII Idi, Aceh Timur seharga Rp 60.000 per tong, Sabtu (6/7/2024). ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Akibat kekurangan air di Home Base yang ditempati atlet dan tim official kabupaten/kota, ketua kontingen ramai-ramai lontarkan kritikan dan berharap panitia pelaksana bertindak cepat,” kata Erwiandi, S.Sos, M.Si

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | IDI – Kemelut krisis air yang dialami para kontingen kabupaten/kota peserta Pekan Olahraga Daerah Aceh (POPDA) ke XVII di Idi, Aceh Timur, para ketua kontingen akhirnya buka suara.

Keterangan tersebut disampaikan Ketua kontingen Aceh Selatan yang juga Plt Kepala Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh Selatan, Erwiandi, S.Sos, M.Si kepada antaran melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

Ia menyebutkan, para ketua kontingen kabupaten/kota menumpahkan kekecewaan dan keluhan mereka terhadap persiapan dan kesiapan panitia pelaksana hingga kontingen mengalami krisis air bersih. Narasi kritik tersebut di share ke grup WA kontingen.

“Iya, bukan hanya Aceh Selatan dan Aceh Barat saja kekurangan air, tetapi Aceh Jaya, Simeulue dan Nagan Raya juga prihatin dan sangat kewalahan akibat krisis air bersih home base yang ditempati,” tulis Erwiandi, Minggu (7/7/2024) dari Idi, Aceh Timur.

Menurut Erwiandi, kontingen Aceh Jaya bermarkas di SDN 7 Idi, mereka sangat membutuhkan air untuk mandi, cuci dan bersih-bersih serta berwudhu. Hingga padi hari ini, kebutuhan tersebut belum sampai ke pemondokan kontingen Aceh Jaya.

Kontingen POPDA XVII Aceh Selatan berinisiatif memperbaiki instalasi air untuk mengatasi krisis air di home base SMPN 2 Idi, Sabtu (6/72024). ANTARAN/Istimewa.

Keluhan senada juga dilontarkan kontingen Simeulue. Kata mereka, air tidak ada pagi ini, anak-anak mau turun tanding nggak mandi. Di masjid dekat home base tidak dibenarkan anak-anak manda dan buang hajat. Lalu bagaimana kami, air tidak tersedia ??.

Teriakan lain disampaikan kontingen Nagan Raya yang mendiami SD Negeri I Idi. Dalam kolom komentar disampaikan, “Sudah dua hari kami laporkan kepada panitia tentang krisis air, namun sampai hari ini belum kunjung ditanggapi. Buntut tidak ada air, MCK menjadi kotor dan menebar bau tidak sedap”

Erwiandi turut menyampaikan kondisi terkini di home base kontingen Aceh Selatan. Alhamdulillah kekurangan air sudah tertangani atas inisiatif kepala sekolah SMPN 2 Idi, pihak kontingen dan panitia pelaksana.

“Setelah sempat heboh dan berselancar di media, pihak panitia sudah mengantarkan air satu tangki mobil BPBD sekira pukul 24.00 Wib tadi malam. Kami juga sempat berprofesi menjadi tukang instalasi air sementara,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, Ketua kontingen POPDA Aceh Barat yang juga Kepala Dispora, Mirsal mengaku pihak terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi mandi, cuci dan bersih-bersih serta wudhu.

“Sore tadi saya harus membeli air bersih sebanyak enam tong, isi satu kubik (setara 1 ton) dengan harga Rp 60.000 per tong. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan menjadi kendala dalam perhelatan POPDA XVII di Idi, Aceh Timur. Panitia harus siap di segala sektor untuk mensukseskan POPDA XVII Tahun 2024,” ujarnya melalui handphone (hp) milik Kadispora Aceh Selatan tadi malam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.