Direktur LSM Ramung Institute: Bubarkan Saja BSI di Aceh

Direktur LSM Ramung Institute, Waladan Yoga. ANTARAN/foto: Ist
Bagikan:

“Bank konvensional adalah solusi terbaik, biarkan masyarakat memilih Bank mana yang akan mereka gunakan,” ujarnya.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARAN|REDELONG – Keberadaan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aceh sejak dua tahun lalu sering dikeluhkan nasabah. Akhir-akhir ini, layanan BSI di seluruh Aceh di berbagai tempat mengalami masalah yaitu ‘errornya‘ sistem transaksi.

Hal tersebut menarik perhatian Direktur LSM Ramung Institute, Waladan Yoga. Ia mengatakan, BSI Aceh lebih baik dibubarkan saja.

Baca Juga:  PT Socfindo Kebun Seumanyam Lakukan Sosialisasikan, Ini Pesan Pihak Perusahaan

“Kehadiran BSI jelas mempersulit keadaan. Apalagi, sejak dua hari terakhir, transaksi ekonomi menjadi kacau, khususnya di wilayah Tengah Aceh ini. Bayangkan saja, akibat errornya sistem Bank, serta ketidakmampuan BSI memperbaiki sistemnya, perdagangan kopi Gayo menjadi tersendat,” ungkap Waladan, Rabu (05/05/2023).

“Kalau sistem rusak hanya hitungan jam, itu dapat dimaklumi, tapi ini malah sehari sampai dua hari. Dampaknya ya kepada masyarakat. Bagi saya bubarkan saya BSI dari Aceh,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir Agara

Waladan mengaku curiga, bahwa selama ini BSI tidak memiliki server sendiri dan diduga masih menumpang server ke bank lainnya, sehingga tidak mampu memperbaiki sistem dalam waktu cepat.

Menurut Waladan, Pemerintah Aceh sebaiknya memikirkan kembali untuk mengembalikan bank konvensional ke Aceh.

“Bank konvensional adalah solusi terbaik, biarkan masyarakat memilih Bank mana yang akan mereka gunakan,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Waladan, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga perlu mempertimbangkan untuk merevisi qanun tentang adanya lembaga keuangan syariah di Aceh.

Baca Juga:  Politeknik Aceh Selatan Wisuda 128 Mahasiswa Angkatan X dan XI Tahun 2024

“Solusi merevisi Qanun menjadi sangat relevan dan itu salah satu upaya DPRA membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem keuangan syariah,” pungkas Waladan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.