Disdikbud Abdya Diminta Perhatikan Sekolah Pedalaman

Kondisi bangunan pustaka SDN Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya rusak parah. Kamis (10/8). ANTARAN/Alfi
Bagikan:

“Dari informasi yang kami dapat, rusaknya bangunan pustaka ini sudah dilaporkan ke dinas. Tapi hingga kini belum ada respon dari dinas,” ungkapnya.

Jurnalis : Alfi

ANTARAN|BLANGPIDIE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Aceh Barat Daya (Abdya), diminta lebih memperhatikan kondisi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman ‘Breuh Sigupai’.

Ketua Koalisi Barisan-Guru Bersatu (KoBaR-GB) Abdya, Rusli SPd, Kamis (10/8) menilai, kinerja Disdikbud setempat, saat ini sangat stagnan (jalan ditempat).

Baca Juga:  Aksi Pengeboman Ikan Marak Di Perairan Aceh Selatan

Sehingga, dinilai tidak ada inovasi-inovasi positif yang ditampilkan, untuk membawa dunia pendidikan di Abdya khususnya, kearah yang lebih baik.

Menurut Rusli, kondisi itu diakibatkan karena yang duduk di Disdikbud saat ini, kurang atau lebih tepatnya tidak peka dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan.

Sehingga katanya, informasi-informasi yang menyangkut pendidikan, tidak diserap seutuhnya.

Demikian juga, para pejabat berwenang di Disdikbud Abdya, tidak aktif turun ke lapangan, untuk meninjau kondisi-kondisi sekolah yang ada di kawasan-kawasan pedalaman.

Baca Juga:  Kelompok Tani Sawit di Abdya Polisikan PT Ensem, Ini Sebabnya

Akibatnya, kondisi sekolah-sekolah di kawasan pedalaman terabaikan. “Ini sangat kita sesali. Harusnya, mereka pro aktif,” sesalnya.

Pihaknya mencontohkan, kondisi bangunan perpustakaan SDN Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, yang sangat memprihatinkan. Dimana, sebagian besar plafon bangunan pustaka, sudah rusak parah, akibat dari atap bocor.

“Dari informasi yang kami dapat, rusaknya bangunan pustaka ini sudah dilaporkan ke dinas. Tapi hingga kini belum ada respon dari dinas,” ungkapnya.

Baca Juga:  PIP Kemenkeu Gelar Umi Youthpreneur 2022

Pihaknya berharap, Pemkab Abdya melalui dinas terkait, segera memperbaiki bangunan pustaka tersebut. Karena, dengan kondisi bangunan yang demikian rusak, sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah itu.

“Anggaran pendidikan Aceh itu sangat banyak. Harusnya pihak Disdik lebih proaktif, untuk mengetahui kondisi bangunan sekolah pedalaman,” demikian Rusli.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.