Disdukcapil Abdya Kerjasama Dengan Pelaku Usaha Manfaatkan KIA

KERJASAMA : Disdukcapil Abdya, Selasa (13/12/2022) menjalin kerjasama dengan pelaku usaha di kabupaten setempat terkait pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA). ANTARANNEWS.COM/AGUS
Bagikan:

“Kartu identitas yang diberlakukan untuk anak ini belum menggunakan chip elektronik. Anak baru akan mendapatkan KTP elektronik apabila sudah berusia 18 tahun ke atas,” ujarnya.

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Barat Daya (Abdya), menjalin kerjasama dengan pelaku usaha di Kabupaten setempat terkait pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Jalinan kerjasama itu ditandai dengan proses penandatanganan dokumen perjanjian kerjasama antaran Kadisdukcapil Abdya, Jamaluddin dengan Direktur Indatu Cellular Shop, Direktur UD Permai dan Direktur CV Ayfa Jiji Berkah, Selasa (13/12/2022).

Kerjasama itu juga merupakan upaya memberikan perhatian khusus bagi anak pemegang KIA serta untuk menarikan perhatian orang tua yang belum mengurus KIA bagi anaknya.

“Indatu Cellular Shop bergerak dibidang penjualan handphone dan lainnya, UD Permai bergerak dibidang penjualan alat tulis serta perlengkapan kantor, terakhir CV Ayfa Jiji Berkah yang juga bergerak dibidang alat tulis, perlengkapan kantor serta kebutuhan lainnya. Setaip anak pemegang KIA yang berbelanja di toko tersebut akan mendapatkan diskon khsusus,” ujar Kadisdukcapil Abdya, Jamaluddin seusai penandatanganan kerjasama di aula Disdukcapil setempat.

Baca Juga:  Tim Gabungan Gerebek Pondok “Remang-remang” di Bukit Malambai Gunung Kerambil Aceh Selatan

Dijelaskannya, KIA menjadi identitas resmi bagi anak-anak yang belum dapat KTP, hal itu berdasarkan Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Didalamnya, mengandung kegunaan diantaranya sebagai upaya untuk meningkatkan pendataan warga negara, sebagai perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Kemudian lanjutnya, untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk bukti diri anak sebagai data identitas ketika membuka tabungan atau menabung di bank, juga berlaku untuk proses mendaftar BPJS dan lainnya.

Baca Juga:  Kepala KUA Susoh Berhasil Terbitkan Buku ke-19

Lebih lanjut, kata Jamaluddin, terdapat dua jenis KIA yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, yaitu kartu untuk anak usia 0-5 tahun dan kartu untuk usia 5-17 tahun. Keduanya memiliki memiliki fungsi yang sama, hanya saja untuk KIA umur 0-5 tahun tidak perlu menggunakan foto, sementara KIA umur 5-17 tahun kurang satu hari harus menggunakan foto.

“Kartu identitas yang diberlakukan untuk anak ini belum menggunakan chip elektronik. Anak baru akan mendapatkan KTP elektronik apabila sudah berusia 18 tahun ke atas,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, hingga saat ini pemegang KIA di Abdya telah mencapai 17.402 anak dari total keseluruhan wajib KIA yakni 45.638 atau 38,13%. Angka tersebut berdasarkan data pada Disdukcapil Abdya per tanggal 29 November 2022.

Baca Juga:  Kodim 0107/Aceh Selatan Geral Acara Upacara Tradisi Korp Raport Pindah Satuan

“Upaya untuk lebih meningkatkan angka pemegang KIA di Abdya terus dioptimalkan dengan menerapkan berbagai cara, salah satunya menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha serta unsur terkait lainnya,” katanya.

Sementara itu, Anwar selaku Direktur Indatu Cellular Shop mengapresiasi dan mendukung langkah Disdukcapil Abdya dalam menjalin kerjasama dengan pelaku untuk pemanfaatan KIA. Menurutnya, langkah itu tentu akan berdampak positif untuk meningkatkan realisasi pemegang KIA serta berdampak positif pula bagi para pelaku usaha.

“Patut untuk didukung karena dapat menginspirasi para orang tua untuk mengurus KIA bagi anak-anaknya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.