Distan Aceh Selatan Boyong 200 Relawan ke Ladang Rimba, Gotong Royong, Vaksinasi dan Pantau Lahan Tani

Kadistan Aceh Selatan, H Nyaklah, SP, MM bersama staf sedang meninjau kerusakan kebun kelapa sawit paska banjir bandang di Ladang Rimba, Trumon Tengah. ANTARAN / Dokumentasi.
Bagikan:

“Kita berangkatkan 200 relawan dari Dinas Pertanian ke lokasi banjir bandang Ladang Rimba. Selain menyalurkan bantuan juga bergotong royong, kami melakukan pemantauan lahan tani warga yang rusak dan vaksinasi hewan ternak,” kata H Nyaklah, S.P, MM.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Selatan turut berpartisipasi untuk percepatan penanganan pemulihan dampak banjir bandang, Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah dimasa tindakan darurat, Kamis (30/11/2023).

Kepala Distan Aceh Selatan, H Nyaklah, SP, MM yang dihubungi antaran via telepon genggam, mengaku pihaknya memberangkatkan 200 personel bertajuk relawan dan mengantar bantuan masa panik ke Ladang Rimba. Tujuan hakiki membantu proses percepatan pemulihan dimasa darurat paska diterjang bencana alam banjir bandang.

Baca Juga:  Selama Juli 2023, Sat Resnarkoba Nagan Raya Tangkap 8 Pelaku Tindak Pidana Narkotika

“Kita berangkatkan 200 relawan dari Dinas Pertanian ke lokasi banjir bandang Ladang Rimba. Selain selain menyalurkan bantuan, juga bergotong royong, kami melakukan pemantauan lahan tani warga yang rusak dan vaksinasi hewan ternak,” kata H Nyaklah, S.P, MM.

Menurut Nyaklah, bantuan sosial yang dikerahkan selama satu hari penuh tersebut berkolaborasi tiga kegiatan. Pertama melaksanakan bakti sosial atau gotong royong membersihkan rumah penduduk dari endapan lumpur dan limbah didalam/ luar rumah.

Baca Juga:  Ketua PWM: Pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah di Aceh Program Prioritas PP
Dokter hewan dan tenaga medis Puskeswan melakukan vaksinasi ternak warga yang terdampak banjir bandang Ladang Rimba. ANTARAN/Dok.

Sebagian relawan, memantau areal perkebunan rakyat untuk asesmen kerusakan yang ditimbulkan, diantaranya lahan kelapa sawit, coklat dan palawija. Kebun-kebun tersebut luas terbentang di belakang rumah dan pertokoan hingga gunung yang longsor sebagai sumber memuncratnya lumpur, limbah, batu gunung dan bongkahan kayu.

“Hasil pengamatan tim yang dilakukan selama satu hari, ditemukan ratusan perkebunan warga mengalami kerusakan akibat tertimbun lumpur, batu dan kayu. Pendataan ini akan dilanjutkan kembali agar lebih akurat. Nantinya akan dilaporkan kepada bapak Pj Bupati untuk bahan administrasi,” papar Nyaklah.

Kegiatan ketiga, dokter hewan bersama para ahli Puskeswan melakukan vaksinasi terhadap hewan yang terdampak. Pihak Distan Aceh Selatan mengantisipasi munculnya penyakit hewan pasca banjir bandang. Sehingga ternak warga tidak terserang wabah penyakit.

Baca Juga:  Berkah Ramadan, Pemerintah Gampong Mata Ie Blangpidie Santuni Anak Yatim Piatu

Disampaikan Kadistan Aceh Selatan, sebanyak 200 relawan yang diboyong ke Ladang Rimba itu meliputi tenaga kerja (ASN) Distan, tenaga penyuluh pertanian, Puskesman, Balai Benih Utama (BBU), Perhiptani dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

“Para relawan bergerak dari berbagai penjuru Aceh Selatan, kemudian bergabung dalam satu wadah untuk menyamakan persepsi sebagaimana arahan pimpinan daerah dalam mensinergikan kekuatan untuk percepatan pemulihan banjir bandang di Ladang Rimba,” pungkas Nyaklah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.