Distan Aceh Selatan Gelar Fiel Day Penerapan PHT Tanaman Pala

Tim Teknis Lapangan feilday PPHT memberi arahan dan bimbingan kepada kelompok tani pala. ANTARAN/Foto istimewa.
Bagikan:

“Bapak bupati Aceh Selatan bersama Forkopimda bahu membahu dan bekerja keras agar perekonomian rakyat berkembang,” ujar H Nyaklah SP MM.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Selatan terus melakukan upaya penyembuhan penyakit pala dengan menggelar Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Tanaman Pala yang terus mewabah.

Kepala Distan Aceh Selatan, H Nyaklah, SP, MM menyebutkan, kegiatan PPHT merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi. Karena apabila tanaman pala terbebas dari serangan hama, secara otomatis perekonomian masyarakat terdongkrak dan membaik.

“Bapak bupati bersama Forkopimda bahu membahu dan bekerja keras agar perekonomian rakyat tumbuh dan berkembang. Salah satu, meningkatkan produksi pertanian,” ujar Nyaklah kepada antaran, Kamis (03/08/2023) di Tapaktuan.

Baca Juga:  Memberangkatkan Mesin PLN ke Simeulue, GM PLN Wilayah Aceh Apresiasi Upaya Pj Bupati Simeulue

Lebih detail, Kadistan menjelaskan, tahun 2023 kegiatan fiel day PPHT hanya mampu diupayakan untuk areal seluas 50 hektare tanaman pala. Melibatkan dua kelompok tani, meliputi Kelompok Tani Tingkat Tujuh Gampong (desa) Batu Itam, Tapaktuan dan Ingin Jaya Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek.

“Anggaran untuk kegiatan ini sumber dari APBN tahun 2023. Satuan kerjanya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan. Kita hanya menindaklanjuti saja,” terang Nyaklah.

Menurut dia, pelaksanaan feil day PPHT berkisar lebih kurang dua bulan selama enam kali pertemuan dengan durasi seminggu sekali, dipandu tim teknis lapangan.

“Langkah pertama diselenggarakan pada 10 Mei 2023 di aula Distan Aceh Selatan. Pertemuan kedua, pemandu bersama petani melihat atau pengenalan penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang mengakibatkan tanaman pala mati kering,” ulasnya.

Baca Juga:  PMI Aceh Selatan Bantu Korban Kebakaran Trumon Tengah

Selanjutnya pertemuan ke tiga dilakukan praktek memperbanyak Metabolit Sekunder-Agen Pengendali Hayati (MS-APH) Trichoderma sp. Khusus kegiatan praktek, bibitnya diberikan kepada kelompok tani sebanyak 26 botol. Takaran satu botol berisi satu liter.

“Sedangkan pertemuan ke empat dilakukan pembuatan kompos bokasi bersumber dari pupuk kandang, dedak, sekam, gula pasir, EM4 air sekol gembor dan plastik terpal,” ucap Nyaklah sebagaimana direncanakan.

Dalam kegiatan pertemuan ke lima, kelompok tani mengamati hasil terbenyak MS APH Trichoderma sp dan pupuk kompos serta aplikasi MS Trichoderma dengan infus akar dan aplikasi pupuk kompos perbatang.

Baca Juga:  Pemkab Agara Mulai Galakkan Penanaman Rumput Vetiver

Kegiatan terakhir fiel day adalah pengamatan finis PPHT Pala di perkebunan Aceh Selatan. “Ini salah satu upaya dan tatacara pengendalian penyakit pala. Mudah-mudahan bisa menjadi pertolongan bagi petani komuditi unggulan di Aceh Selatan,” harapnya.

Turut disampaikan, dalam kegiatan feil day PPHT disalur dua unit alat shaker untuk masing-masing kelompok. Berupa; sekop, gembor EM4, Panci, dandang, ember, timba, plastik es, kompor gas, tabung gas dan lain-lain.

“Peralatan tersebut berfungsi untuk memudahkan kelompok tani yang telah mengikuti feil day memperbanyak MS APH trichoderma sp. Tujuannya, agar bisa didistribusikan kepada petani lain,” pungkas Nyaklah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.