Ditengarai Persoalan Internal, Wali Kota Bahas Yayasan Assilmi

Sekda, H. Sairun, S.Ag, M.Si memimpin Rapat Pembina Yayasan Assilmi di ruang rapat Sekda, Senin (22/01/2024). ANTARAN / Khairul
Bagikan:

“Saya hibahkan tanah dan gedung delapan lokal karena akan menjadi milik Pemda,” jelas Rusdy Hasan. 

Jurnalis : Khairul 

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Ditengarai ada persoalan dalam internal Yayasan Assilmi, Wali Kota Subulussalam diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) bahas Yayasan Assilmi Subulussalam.

Agenda rapat yang direncanakan membahas berbagai persoalan yang beberapa waktu terakhir ditengarai muncul di yayasan milik Pemko Subulussalam yang berdiri 2011 itu dilaksanakan di ruang rapat Sekda, Senin (22/01/2024).

Baca Juga:  Sambut HUT Asel ke -77, Pemkab Aceh Selatan Gelar Turnamen Sepak Bola Antar SKPK

Namun, dari 20 daftar undangan, termasuk tujuh pengurus Yayasan Assilmi hanya dua orang yang hadir, yakni H. Rusdy Hasan, SIP, SH yang juga penghibah tanah dan bangunan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Fansuri (STIT Hafas) dan H. Amrullah, MA.

Hadir lainnya, Asisten Ibnu Hajar, S.Sos, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Hotma Capah, S.Ag, Asisten Ibnu Hajar, S.Sos, mewakili Inspektorat, mewakili Sekretaris Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Kepala Bagian Hukum, Supardi, SH dan Musriaparto, MM mantan Ketua STIT Hafas.

Baca Juga:  KIP Aceh Selatan Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

Kilas balik keberadaan Yayasan Assilmi, khusus Kampus STIT Hafas, penghibah Rusdy Hasan sebut yayasan ini berdiri tahun 2011 saat dirinya Asisten Setdako masa Wali Kota, Merah Sakti (alm) dan menangani langsung persoalan itu.

Sementara dasar hibah karena akan menjadi aset Pemko Subulussalam. “Saya hibahkan tanah dan gedung delapan lokal karena akan menjadi milik Pemda,” jelas Rusdy Hasan, pastikan Pemko Subulussalam harus melakukan inventarisir kembali terkait aset di sana.

Baca Juga:  Selama 19 Bulan Jabatan Kadis Kominfo Aceh Singkil Dibiarkan Lowong, Ada Apa?

Sebut rapat tidak memungkinkan karena lebih banyak pengurus tidak hadir, Sekda H. Sairun, S.Ag, M.Si minta Kabag Hukum, Supardi, SH mengagendakan rapat susulan dengan mengundang pihak terkait, terutama unsur pengurus inti Yayasan Assilmi.

“Kita agendakan rapat lagi dalam waktu dekat, pastikan diundang unsur pengurus karena perlu segera dibahas persoalan Yayasan Assilmi,” tegas Sairun menutup rapat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.