DKP Abdya Usulkan Kampung Perikanan Budidaya Berbasis Kearifan Lokal 

Ilustrasi : Foto KKP
Bagikan:

“Untuk lokasi strategis nanti kita sesuaikan kembali dengan RTRW Abdya dan kesesuaian syarat berbudidaya untuk jenis Ikan Keurling,” tuturnya.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE –Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengatakan bahwa, pihaknya terus berupaya mendorong kemandirian desa melalui usaha perikanan dengan mengusulkan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

“Insyaallah kita usulkan pengembangan kawasan perikanan budidaya dengan program Kampung Budidaya. Ikan yang dikembangkan adalah ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi berbasis kearifan lokal,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya, Chalid Hardani kepada wartawan, Kamis (16/03/2023).

Hal tersebut disampaikan Chalid sebagai bentuk respon cepat terhadap permintaan Wakil Ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli SH yang meminta pihak DKP daerah itu agar proaktif memaksimalkan potensi komoditas endemik sebagai upaya mendorong ekonomi di pedesaan.

Kadis DKP Abdya, Chalid Hardani menyatakan kesiapanya dan waktu dekat pihaknya akan mengusulkan program pengembangan kawasan perikanan dan kampung budidaya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta.

“Adapun ikan yang akan di kembangkan di Abdya adalah ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi berbasis kearifan lokal, yaitu ikan Keurling (Tor spp) dan beberapa jenis ikan tawar lainnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Camat Teluk Dalam Lakukan Penilaian Kebersihan Lingkungan Antar Dusun di Desa Sambay

Ia menjelaskan pembangunan kawasan dalam bentuk kampung perikanan budidaya tersebut didesain sebagai satu zona ekonomi terpadu yang turut melibatkan masyarakat pembudidaya Ikan sehingga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat disekitarnya.

“Kami akan berkoordinasi dengan KKP dalam waktu dekat untuk meyakinkan pihak Kementerian agar Abdya dapat menjadi salah satu lokus untuk program prioritas KKP tahun anggaran 2023 atau 2024 nantinya,” ungkapnya.

Adapun koordinasi yang akan dilakukan bertujuan untuk petunjuk teknis atau persyaratan yang mesti dipenuhi sebagai prasyarat menjadi salah satu lokus Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Abdya kedepan.

“Untuk lokasi strategis nanti kita sesuaikan kembali dengan RTRW Abdya dan kesesuaian syarat berbudidaya untuk jenis Ikan Keurling,” tuturnya.

Karena, lanjut dia, ikan jenis Keurling saat dibudidayakan membutuhkan salah satunya kecukupan air bersih yang mengalir deras dari pegunungan sehingga kecukupan oksigennya terjamin.

“Kenapa jenis ikan keurling yang akan dikembang menjadi komoditi pada program Kampung Perikanan Budidaya, karena kelebihan kita sudah memiliki 100 ekor indukan produktif di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Krueng Batee,” jelasnya.

Disamping itu, tambah Chalid, sumber daya manusia sebagai pelaku pembenihan ikan tersebut juga sudah ada dan bahkan sudah pernah berhasil melakukan pemijahan atau pengembangbiakan dengan cara perkawinan buatan.

Baca Juga:  Pemilihan dan Penobatan Agam - Inong Duta Wisata Aceh Selatan 2022, Ini Harapan Bupati dan Kadis Pariwisata Aceh Selatan 

“Jadi dengan adanya kelebihan yang kita miliki sehingga akan memudahkan kita dalam pengembangan dan penyediaan benihnya di masa akan datang” imbuhnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dalam proses penyiapan usulan program ke KKP tersebut sehingga Kabupaten Abdya mendapatkan pengalokasian dana untuk pembentukan kampung budidaya.

“Mudah-mudahan pihak KKP dapat mengabulkan permintaan kita terhadap wacana penerapan program kampung perikanan budidaya di daerah tercinta ini. Amin,” pungkas Chalid Hardani.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli SH menyarankan agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) daerah tersebut proaktif memaksimalkan komoditas sektor kelautan dan perikanan endemik kearifan lokal untuk mendongkrak ekonomi pedesaan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program kampung budidaya perikanan yang dibangun di berbagai daerah. Kenapa di Abdya belum ada program ini,” tanya Hendra Fadli SH kepada wartawan, Rabu (15/03/2023).

Menurut Hendra, harusnya pihak DKP Abdya dapat memafaatkan peluang tersebut di sejumlah desa yang memiliki potensi budidaya ikan air tawar seperti jenis kerling (Tor tombroides ) atau jurung.

Baca Juga:  Camat dan Pengulu Gayo Lues Diminta Jaga Netralitas 

“Program KKP harusnya diterapkan juga di Abdya untuk memaksimalkan komoditas sektor kelautan dan perikanan endemik kearifan lokal, salah satunya budidaya ikan kerling,” ucap politisi Partai Aceh itu.

Menurut Hendra, ikan kerling yang hidup di daerah aliran sungai arus deras seperti di sungai Babahrot merupakan salah satu komoditas endemik kearifan lokal yang dapat dibudidaya di desa-desa.

“Ini ikan konsumsi bernilai tinggi. Stektur daging tebal dan rasanya cukup lezat, makanya banyak digemari, baik masyarakat lokal, nasional bahkan luar negeri seperti Malaysia. Harganya cukup tinggi disana,” ungkap Hendra Fadli.

Ia menyarankan pihak DKP Abdya jangan hanya diam di daerah, tetapi harus melakukan lobi ke Pemerintah pusat khususnya program KKP tersebut sehingga kedepan Abdya terkenal sebagai daerah penghasil ikan kerling di Aceh.

Apalagi, lanjut dia, DKP Abdya bekerjasama dengan Balai Benih Ikan Krueng Batee sebelumnya telah berhasil melakukan pemijahan atau pengembangbiakan ikan kerling dengan cara melakukan perkawinan buatan.

“Itu sebuah kebanggaan bagi daerah yang seharusnya dikembangkan oleh pihak DKP dengan cara penerapan kampung budidaya perikanan untuk mendorong ekonomi masyarakat di desa-desa,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.