DLH Simeulue Melayani Pengangkutan Sampah Bukan Pembersihan Sampah  

Kondisi sampah berserakan di Komplek Pasar Inpres Kota Sinabang, Simeulue Timur. ANTARAN/Ardiansyah.sekitaran pasar pajak Impres Kota Sinabang Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue pada hari Rabu (21/02/2024). ANTARAN / Ardiansyah
Bagikan:

“Pembersihan sampah bukan ranahnya DLH tetapi kewenangan pelaku usaha sendiri. Tugas kami pengangkut sampah,” kata Kadis DLH Salmarita.

Jurnalis: Ardiansyah

ANTARAN l SIMEULUE – Sampah yang bertebaran di komplek Pasar Inpres kota Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue belum kunjung dibersihkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku pembersihan sampah bukan tugas mereka.

Menyikapi sampah bertebaran di lokasi Pasar Inpres Kota Sinabang, Kepala DLH Salmarita angkat bicara. Katanya, pembersihan sampah atau sisa-sisa sampah bukan ranahnya DLH tetapi pelaku usaha sendiri.

“Sampah yang berada di Pasar Inpres tersebut setiap hari kami angkut untuk dibuang ke tempat pembuangan. Sedangkan untuk pembersihan tidak kita lakukan karena bukan tugas kami,” ujar Salmarita saat dikonfirmasi antaran, Kamis (23/02/2024).

Baca Juga:  WNA Aniaya Warga di Simeulue Minta Damai, Keluarga Korban Minta Uang Rp 600 Juta

Dijelaskan, pada tahun 2023 lalu DLH masih membantu melakukan pembersihan tetapi karena terbatasnya tenaga kerja maka pembersihan sampah sudah ditiadakan. Sebenarnya pasar Inpres itu ada pihak pengelolaannya. Walaupun bukan tupoksi kami, DLH tetap sinergis melakukan pengangkutan sampah setiap hari.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan,  ternyata bukan tumpukan sampahnya tetapi sisa-sisa sampah yang bertebaran buntut tidak ada kepedulian dan perhatian dari oknum tertentu terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Salmarita.

Kepala DLH berharap semua leading sektor peduli terhadap kebersihan agar bersih, indah dan nyaman dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat.

“Saya klarifikasi, sampah itu bukan tidak diangkut atau kami biarkan menumpuk. Iya, setiap hari kita angkut tetapi kita tidak bisa melakukan pembersihan karena bukan tugas dan tanggung jawab saya,” ulasnya.

Baca Juga:  Progres Persiapan MTQ Provinsi Aceh di Simeulue Belum Terlihat, Ini Tanggapan Ketua DPRK

Untuk itu kami tegaskan, warga yang merasa memiliki sampah mohon dibersihkan sesuai areal masing-masing. Maksud kami, sisa-sisa sampah yang dibuang menjadi tanggung jawab pelaku usaha untuk dilakukan pembersihan. Contohnya, salah satu rumah tangga memiliki sampah yang berserakan di kediamannya, apakah petugas kebersihan yang membersihkan sampah?? Tentu tidak, imbuhnya

Karenanya, kami minta kerjasama yang baik antara DLH dengan pelaku-pelaku usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan. Persoalan pelayanan pengangkutan biarlah DLH yang tangani.

“Kami juga menghimbau kepada pelaku usaha, UMKM serta masyarakat di wilayah pasar pajak Inpres untuk sama-sama peduli lingkungan agar selalu terjaga, bersih dan sehat. Sehingga tidak menjadi momok bagi pihak lain,” papar Salmarita.

Baca Juga:  LBH-JKA Desak Pemerintah dan PSSI Lakukan Evaluasi Keamanan Liga 1

Menjawab pertanyaan antaran leading sektor pengelolaan pasar Inpres Kota Sinabang, Salmarita menyebutkan pihak pengelolaan pasar termasuk kebersihan, keamanan dan parkiran adalah Dinas Disprindagkop. Namun DLH berkolaborasi untuk sama-sama bersinergi.

“Perlu diluruskan, yang katanya satu minggu tidak dibersihkan itu keliru. Kami setiap hari mengangkut sampah. Sisa-sisa atau sampah berserakan bukan tanggungjawab kami. Terkait distribusi sampah, benar tergantung kategori kiosnya. Pungutan retribusi sampah  bervariasi, mulai Rp 15.000, Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Payung hukumnya sesuai Qanun,” pungkas Salmarita. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.