DP3AP2KB Gayo Lues Bersama BKKBN Aceh Gelar Program Dashat

Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM melihat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Kamis (23/11/2023). ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Semua pihak berperan, mulai dari Kepolisian, Kodim, Kejaksaan, Dinas Pangan, semuanya ambil porsi masing – masing,” ujar Pj Bupati.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – DP3AP2KB Gayo Lues bersama dengan BKKBN Provinsi Aceh gelar program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Kamis (23/11/2023).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk aksi perangi stunting di Kabupaten Gayo Lues. Pada kesempatan tersebut, DP3AP2KB mengundang 55 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan balita.

Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM menyebutkan bahwa Dashat merupakan gong penanda kesiapan dan kekompakan masyarakat dalam mengatasi stunting secara kolektif. Lebih lanjut, ia meminta agar seluruh sektor dapat mengambil porsinya masing-masing dalam hal tersebut.

Baca Juga:  Tolak Calon Komisioner KIP, Aliansi 10 Pemuda Kembali Berunjukrasa

Pj menambahkan bahwa para stakeholder harus mampu menciptakan program yang berkenaan dengan penanganan stunting, namun masih dalam koridor kerja instansinya masing-masing.

“Semua pihak berperan, mulai dari Kepolisian, Kodim, Kejaksaan, Dinas Pangan, semuanya ambil porsi masing – masing,” ujar Pj Bupati.

Selain itu, Pj Bupati juga menyampaikan himbauannya kepada para Forkopimcam dan Forkopimdes untuk giat terjun lapangan dan menjalin silaturrahmi dengan Posyandu, BKB, BKR dan BKL agar capaian dalam membina kelurga berkualitas dapat tercapai.

Baca Juga:  Atasi Banjir Paya Laot, Pj Bupati Abdya Turunkan Beko Luruskan Saluran

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh,.Safrina Salim SKM.,M.Kes membenarkan pernyataan Pj Bupati. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kasus stunting di Aceh bukan semata mata karena ekonomi, tapi karena salahnya pola asuh keluarga.

Hal ini ditambah dengan maraknya kasus pernikahan dini yang membahayakan kondisi ibu dan anak. “Alat reproduksi yang belum matang membuat resiko melahirkan yang tinggi, mulai dari kemungkinan pendarahan anak lahir dengan berat kurang, kematian ibu dan anak dan termasuk kemungkinan stunting,” jelasnya.

Baca Juga:  Program Makan Siang dan Susu Gratis Prabowo-Gibran Jadi Generator Pendongkrak Ekonomi Rakyat

Sementara Kepala DP3AP2KB, Sartika Mayasari S.STP.,MA melihat ini sebagai kesempatan untuk memberdayakan perempuan di kampung. Ia mendorong para ibu untuk membuka peluang bisnis dengan hadirnya program Dashat tersebut. Ia menyerukan gerakan ‘Perempuan berdaya, Gayo Lues Maju!’.

“Ibu-ibu dapat membuat kelompok usaha UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) agar dapat dipasarkan ke sekolah-sekolah menjadi menu jajanan sehat bagi para pelajar bebas pengawet dan pewarna,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.