DP3AP2KB Gayo Lues : Makanan Sehat Bergizi Tidak Harus Mahal 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gayo Lues, Sartika Mayasari S.STP pada acara bertajuk Demo Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Kamis (31/08/2023). ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Padahal banyak makanan yang ada di seputar kita memilki nilai gizi yang tinggi tidak kala dengan makanan yang ada di super market, hanya saja bagaimana cara mengolahnya,” terang Sartika.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Makanan sehat dan bergizi tidak harus mahal, yang penting tahu cara mengolahnya dengan baik dan menarik agar anak-anak mau mengkonsumsinya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gayo Lues, Sartika Mayasari S.STP pada acara bertajuk Demo Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Kamis (31/08/2023).

Acara yang berlangsung di Desa Remah Baru Kecamatan Kutapanjang dan di Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjerango diikuti oleh 5 desa dengan memberikan edukasi pembuatan makanan Sehat dan bergizi, namun tidak harus mahal.

Baca Juga:  Pemkab Gayo Lues Tandatangani Kerjasama Dengan Kejaksaan 

Adapun pesertanya para ibu menyusui, Ibu hamil, Bidan serta Ketua PKK desa dan Kader desa. Sedangkan sebagai narasumber dari Persatuan Penata Gizi dan IBI Gayo Lues.

Kepala Dinas DP3AP2KB, Sartika Mayasari menyebutkan tujuan demo Dahsat memberikan edukasi kepada para ibu hamil dan ibu menyusui serta kader, agar memahami pengertian makanan sehat.

Masih banyak para ibu beranggapan makanan sehat makanan yang dijual dengan harga mahal seperti daging- dagingan yang dijual di Restoran, atau roti dan kue yang dijual di super market.

Baca Juga:  Denny Indrayana, Satu - Satunya Lawyers Indonesia Yang Buka Praktik di Australia

“Padahal banyak makanan yang ada di seputar kita memilki nilai gizi yang tinggi tidak kala dengan makanan yang ada di super market, hanya saja bagaimana cara mengolahnya,” terang Sartika.

Sartika juga menyampaikan, agar anak menyukai makanan para ibu diminta lebih inovatif berkreasi dalam mengolah makanan, sehingga makanan lebih menarik, agar anak menyukainya.

“Salah satunya mengolah ikan mujair yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di sekitaran kita menjadi bakso, Nugget, dan olahan lainya. Tempah tahu bisa diolah menjadi perkedel dan olahan lainya masih banyak makanan yang sehat bisa dibuat oleh ibunya sendiri,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Gelar Upacara Hardikda Ke-63

Ia berharap agar pelatihan mengolah makanan sehat dan bergizi tapi tidak mahal itu dapat ditularkan kepada masyarakat lainya yang tidak mengikuti demo Dashat pada hari ini.

Usai melihat Demo Dashat, Inen Sara dari Desa Tingkem menyampaikan rasa syukur karena bisa mengikuti demo memasak Dashat. Menurutnya banyak ilmu mengolah makanan serta pengetahuan tentang makanan sehat dan bergizi.

“Ilmu yang didapat akan di terapkan kepada anak dan keluarga agar bisa mengkonsumsi makanan yang sehat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.