DPMGP4 Nagan Raya Gelar PUG di Seunagan Timur 

DPMGP4 Kabupaten Nagan Raya menggelar sosialisasi terkait PUG di Gampong Meugat Meh, Kecamatan Seunagan Timur, Selasa (14/11/2023). ANTARAN / Didit Arjuna
Bagikan:

“Maka dari itu strategi PUG diperlukan untuk memastikan partisipasi, akses, dan kontrol semua lapisan masyarakat baik perempuan maupun laki-laki, serta anak- anak, lansia dan juga disabilitas harus terlibat dalam proses pembangunan,” papar Masitoh.

Jurnalis : Didit Arjuna

ANTARAN|SUKAMAKMUE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Pengendalian Penduduk dan Pembedayaan Perempuan (DPMGP4) Kabupaten Nagan Raya menggelar sosialisasi terkait Pengarusutamaan Gender (PUG) di Gampong Meugat Meh, Kecamatan Seunagan Timur.

Sosialisasi yang turut dihadiri Ketua TP PKK Gampong beserta Pokja, Aparatur Gampong, Kader Posyandu, dan Kader PATBM itu berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Meugat Meh, Selasa (14/11/2023).

Pada kesempatan itu, Kepala DPMGP4 Damharius SPd.,M.Si melalui Kabid Pembedayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) Masitoh SKM.,MKM yang juga sebagai Narasumber dalam sosialisasi itu mengatakan bahwa selama ini istilah gender mungkin masih asing di masyarakat, sehingga diharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat akan lebih mengenal tentang gender.

Baca Juga:  MPU Aceh Selatan Gelar Pendidikan Kader Ulama Tahun 2022

Menurut Masitoh, Kesetaraan Gender masuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau bisa diartikan sebagai tujuan pembangunan desa yang berkelanjutan, dengan sasaran beragam kelompok rentan atau termarginalisasi seperti perempuan, anak, lansia, disabilitas, kelompok adat, masyarakat miskin dan kelompok marginal lainnya.

Dijelaskan, SDGs merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggang waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Januari - September 2023 Tercatat 113 Kasus DBD di Abdya

“Maka dari itu strategi PUG diperlukan untuk memastikan partisipasi, akses, dan kontrol semua lapisan masyarakat baik perempuan maupun laki-laki, serta anak- anak, lansia dan juga disabilitas harus terlibat dalam proses pembangunan,” papar Masitoh.

Lebih lanjut, Kabid PPPA itu menuturkan, pada prinsipnya dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender, antara laki-laki dan perempuan adalah setara, tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan dan semua pihak dapat menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut.

Sementara itu, Keuchik Gampong (Kepala Desa) Meugat Meh, Fatmi Riska Yeni, SKM menyampaikan atas nama pemerintah desa dirinya menyambut baik adanya sosialisasi Pengarusutamaan Gender ini.

Baca Juga:  Saat Apel Gabungan, Ini Pesan Pj Bupati Simeulue ke ASN

“Dengan adanya sosialisasi ini saya berharap akan meningkatkan pemahaman masyarakat akan arti dan makna gender dan masyarakat dapat mengaplikasikan pelaksanaan PUG dalam pelaksanaan pembangunan di desa, khususnya Desa Meugat Meh,” imbuh Riska salah satu Keuchik Perempuan di Nagan Raya yang baru saja terpilih dan dilantik pada bulan Oktober 2023 lalu.

Sebagaimana diketahui, DPMGP4 Nagan Raya, pada hari ini, Rabu (25/11/2023) juga mengadakan sosialisasi serupa yang dilaksanakan di Gampong Jeuram Kecamatan Seunagan, kabupaten setempat, yang dihadiri 30 orang dari unsur berbeda yakni, Keuchik Gampong Jeuram, Anisyirwan, Ketua TP PKK Gampong beserta Pokja, Aparatur Gampong, Kader PATBM dan Kader Posyandu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.