DPMP4 Abdya Sampaikan Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

DPMP4 Abdya mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak di SMPN 3 Susoh. Upaya sosialisasi itu juga disampaikan pihaknya ke sejumlah sekolah lain yang tersebar dalam wilayah Abdya, Selasa (13/9/2022). ANTARAN/AGUS
Bagikan:

“Besar harapan, seluruh sekolah di Abdya dapat disosialisasikan mengenai hal ini dan segala bentuk kekerasan terhadap anak dapat dicegah sejak dini. Sehingga hak anak untuk mendapatkan perlindungan bisa terpenuhi dengan baik,” kata Kepala DPMP4 Abdya, Nur Afani Muliana.

Jurnalis : Agus 

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Aceh Barat Daya (Abdya) mulai gencar mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak. Upaya sosialisasi itu disampaikan pihaknya ke sejumlah sekolah yang tersebar dalam wilayah Abdya.

Kepala DPMP4 Abdya, Nur Afani Muliana melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lia Amelia, SE, Selasa (13/9/2022) menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah mengunjungi tujuh sekolah seperti SDN 6 Susoh, SDN 11 Susoh, SMPN 3 Susoh, MTs Tangan-Tangan, SDN 4 Blangpidie, SDN 5 Blangpidie dan SDIT Rabbani Quran School.

Baca Juga:  Plt Sekda Bener Meriah Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke-77

Kunjungan ke sekolah dalam rangka memberikan pemahaman terkait kekerasan terhadap anak ini akan terus berlanjut ke sekolah-sekolah lain. Selain melibatkan DPMP4 selaku penggerak kegiatan, pihaknya juga melibatkan, tim pelayanan perlindungan perempuan dan anak (TP3A) dan dukungan pihak sekolah.

Dijelaskan, program sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak ini merupakan program khusus DPMP4 yang melibatkan TP3A agar anak mampu memahami bentuk-bentuk kekerasan yang bisa saja terjadi.

Lebih lanjut, Nur Afani Muliana mengatakan, melalui konsep sekolah ramah anak sesuai dengan Permen Nomor 8 tahun 2014 tentang kebijakan sekolah ramah anak, hendaknya setiap sekolah dapat memiliki program-program pemenuhan hak anak dan mekanisme atau standar operasional prosedur yang dalam penanganan kasus kekerasan pada anak.

Baca Juga:  Percepat Penanganan Stunting, Pj Bupati Aceh Selatan Evaluasi Dua Dinas

“Dengan adanya dukungan melalui program-program itu, anak sebagai generasi penerus dapat lebih mudah memahami segala jenis kekerasan sehingga dapat diminimalisir,” ujarnya.

Kedepan pihaknya akan terus bergerak untuk mensosialisasikan hal tersebut ke setiap sekolah. Target utamanya adalah sekolah yang mempunyai komitmen dalam menggerakan sekolah ramah anak atau sekolah yang dianggap rentan terjadi tindakan kekerasan terhadap anak yang sebagian besar kemungkinan disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar sekolah.

Lebih lanjut ditambahkan, kegiatan dimaksud ditujukan untuk melindungi anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak, meningkatnya kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap anak, berkurangnya kasus kekerasan terhadap anak, serta meningkatnya kualitas layanan perlindungan khusus kepada anak.

Baca Juga:  Bupati Amran : Pemkab Sangat Mendukung Keberadaan BUMG

DPMP4 hadir untuk memberi bekal kepada orang tua dan para pendidik tentang pentingnya gerakan anti pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, agar anak-anak selama berada di lembaga pendidikan dalam kondisi terlindungi, terpenuhi haknya dan dipastikan tidak mendapat perlakuan salah.

“Besar harapan, seluruh sekolah di Abdya dapat disosialisasikan mengenai hal ini dan segala bentuk kekerasan terhadap anak dapat dicegah sejak dini. Sehingga hak anak untuk mendapatkan perlindungan bisa terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.