DPRK Aceh Selatan: Nota Kesepakatan Pabrik Semen Menghidupkan Dunia Investasi Bukan Pemberian Izin

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Selatan Hadi Surya, S.TP, MP. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Jangan salah menafsirkan apalagi mempolitisir. Penandatanganan nota kesepakatan bukanlah bentuk pemberian izin pembangunan dan pengoperasian pabrik semen,” kata Hadi Surya, S.TP, MP.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN – Munculnya tanggapan dan kekeliruan penafsiran seputar penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dengan PT. Kota Fajar Semen Indonesia, anggota DPRK setempat angkat bicara  meluruskan akar masalah.

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya, S.TP, MT kepada antaran tegas menyampaikan, paska penandatangan nota kesepakatan, pihak tertentu mengartikan penandatangan itu sebagai bentuk pemberian izin untuk pembangunan dan pengoperasian Pabrik Semen di Gunung Pulo, Kecamatan Kluet Utara.

“Perlu saya tegaskan, penandatanganan itu bukanlah bentuk pemberian izin dan pengeoperasian, jadi tidak perlu sampai pada pengecaman. Pemda berusaha menghidupkan dunia investasi untuk perkembangan perekonomian,” ujar Hadi Surya di Tapaktuan, Rabu (29/5/2024).

Baca Juga:  Harga Pala di Aceh Selatan Naik, Ini Harganya

Menurut Hadi Surya, izin pendirian pabrik yang dimaksud adalah bagian dari izin pertambangan dan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Daerah hanya memberi dukungan.

Nota kesepakatan yang sudah ditandatangani hanya sebuah dukungan, serta menunjukkan kesiapan Pemerintah Aceh Selatan dalam upaya menghidupkan dunia investasi.

Catatan terpenting, tambah Hadi Surya, pemerintah daerah tidak boleh menghambat investor yang ingin berinvestasi. Dengan memperhatikan kaedah lingkungan, menambah PAD dan memberi nilai tambah terhadap perekomian daerah, khususnya masyarakat sekitar area investasi.

Alumni S2 Magister Teknologi dan Manajemen Lingkungan Unsyiah itu lebih detail menjabarkan, dalam hal pemberian izin, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan melakukan dengan gegabah. Melainkan dengan melalui berbagai tahapan agar tidak berbenturan dengan peraturan.

Baca Juga:  Tegakan Qanun Syariat Islam, Satpol PP-WH Simeulue Patroli di Pesisir Pantai

“Pemerintah daerah juga memperhatikan kebijakan Moratorium Izin Pertambangan baru yang sedang berlaku. Jadi, tidak segampang membalik telapak tangan. Iya, soal izin menjadi domain Pemerintah Pusat,” paparmya.

Ia juga menyampaikan, perjalanan pengoperasian pabrik tersebut masih jauh dan ada banyak tahapan yang harus dilakukan termasuk persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor sehingga tidak mengangkangi undang-undang.

Investor harus melengkapi dokumen-dokumen perizinan untuk operasi produksi atau eksploitasi, laporan studi kelayakan, laporan eksplorasi dan dokumen lainnya yang harus disiapkan sampai pada perizinan industri.

“Saya pastikan, saat ini, rencana pembangunan Pabrik Semen di Gunung Pulo masih bersatus izin eksplorasi, belum bisa melakukan penggalian dan pembangunan pabrik. Sayangnya, belum apa-apa mulai muncul kesalahan pengertian,” kata Hadi Surya.

Baca Juga:  PT Socfindo Kebun Seunagan Terima Penghargaan Zero Accident 2024

Karena itu, selaku Ketua Komisi IV DPRK Aceh Selatan, ia menyatakan mendukung langkah pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang telah melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut dalam mewujudkan  pembangunan, kemajuan dan pengembangan perekonomian.

Dukungan tersebut atas keyakinan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan terlelebih dahulu memastikan beberapa hal, diantaranya, menjaga kelestarian lingkungan yang tertuang dalam Dokumen AMDAL nantinya, akan menyerap minimal 80 persen tenaga kerja lokal dan juga menghormati kearifan lokal, serta mendukung upaya investasi demi kemajuan daerah Aceh Selatan, ulasnya.

“Kami sangat yakin, masyarakat Aceh Selatan sangat mendambakan daerah ini maju, berkembang dan tersedianya lapangan kerja menuju kemajuan dan kesejahteraan,” pungkas Hadi Surya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.