dr. H Syah Mahdi,Sp.PD : Waktu Efektif Rujukan Pasien Khusus Enam Jam

Direktur RSUD-YA Tapaktuan, dr H Syah Mahdi, Sp. PD saat menyampaikan penjelasan menjelang peresmian Alkes dan fasilitas modern. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Jarak tempuh rujukan dari RSUD-YA Tapaktuan ke Banda Aceh dan Medan melebihi tenggat efektif. Waktu efektif rujukan pasien khusus selama 6 jam,” ucap dr H Syah Mahdi,Sp.PD.

Jurnalis : Sudirman Hamid.

ANTARAN|TAPAKTUAN – Mempercepat pelayanan dan mengurangi kematian, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah-dr H Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan memdungsikan Alat Kesehatan (Alkes) modern, bekerja cepat dan pendeteksian akurat.

Sebagaimana diberitakan, baru-baru ini RSUD-YA Tapaktuan sudah memiliki peralatan canggih dengan memfungsikan Kamar Operasi (bedah) baru, Kateterisasi (Cathlab) Azurion 7 merek Philips, CT-SCAN 64 Slice dan TB-DOST.

Direktur BLUD RSUD-YA Tapaktuan, dr. H. Syah Mahdi, Sp.PD yang dikonfirmasi antaran.com menyebutkan, empat fasilitas yang baru difungsikan itu sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat beberapa kabupaten/kota di belahan pantai barat-selatan.

Baca Juga:  Asisten I Setdakab Aceh Selatan Lepas Acara Gastrack 2023

“Jarak tempuh rujukan dari RSUD-YA Tapaktuan ke Banda Aceh dan Medan melebihi tenggat efektif. Waktu efektif rujukan pasien khusus selama 6 jam. Dengan difungsikan peralatan modern sudah meminimalisir angka rujukan dan akan mengurangi kematian,” ucap dr. H Syah Mahdi di Tapaktuan, Kamis (14/9/2023).

Menurut Direktur, Kementerian Kesehatan RI membentuk Sentra penanganan penyakit khusus di sejumlah rumah sakit tertentu untuk mempercepat pelayanan dan tindakan pengobatan. Salah satunya di RSUD-YA Tapaktuan.

Disebutkan Syah Mahdi, penyakit khusus yang tergolong mencemaskan dan mematikan di Indonesia dan dunia ada dua jenis, yakni Jantung Koroner dan Stroke. Selebihnya TB Paru dan lain-lain.

“Menunjang aktivitas dan percepatan serta deteksi akurat dalam menghindari kematian dibutuhkan peralatan modern dilengkapi fasilitas setimpal. Alhamdulillah, Kementerian Kesehatan sudah mengakomodir aspirasi masyarakat dengan tersedianya empat fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinkes Nagan Raya Gelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pokjanal Posyandu

Sebagai rumah sakit tipe B bertajuk Regional dengan akreditasi Paripurna, sangat terbantu pelayanan kesehatan masyarakat dengan adanya dua Alkes modern yang populasinya masih minim di Aceh.

Jarak tempuh RSUD-YA ke RSUD-ZA Banda Aceh sejauh 493 km atau setara 306 mil. Satu-satunya transportasi hanya jalan darat dengan durasi waktu lebih kurang 7 jam 30 menit.

Sementara itu, jarak antara RSUD-YA Tapaktuan ke Sumatera Utara, Medan mencapai 9 jam perjalanan dengan jarak lebih kurang 362 km atau 224 mil. Kondisi dua rute ini belum termasuk rentang kendala yang dihadapi dalam perjalanan.

Menurut Syah Mahdi, dasar pertimbangan tersebut, bapak bupati berjuang keras untuk mendapatkan empat fasilitas tersebut guna meringankan beban masyarakat dan menghindari kematian di wilayah rumah sakit regional.

Baca Juga:  Takut Terpengaruh Lingkungan, Santri Dayah Darul Huda Masih Sekolah di Pondokan

Detail dijelaskan, kateterisasi (Cathlab) Azurion 7 berfungsi untuk diagnostik dan tindakan jantung koroner seperti pemasangan cincin (ring) jantung melalui penanganan dokter ahli jantung.

“Kalau CT-SCAN 64 Slice berfungsi untuk diagnostik dan tindakan penyakit stroke seperti pemasangan coiling dan Digital Subtraction Angiograpy (DSA) akibat pendarahan pada otak oleh dokter Spesialis Saraf,” imbuhnya.

Sementara TB-DOST merek Philips untuk penanganan dan tindakan diagnosa Paru (TBC). RSUD-YA Tapaktuan juga memiliki dua kamar operasi. Ruang operasi baru digunakan untuk tindakan bedah khusus. Sedangkan ruang operasi lama difungsikan untuk bedah biasa, tutup Syah Mahdi melalui komunikasi daring.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.