Dr Nurdin : Bangun Poros Ekonomi Barsela, Hentikan Sejenak Ide Pemekaran

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin SSos MSi.
Bagikan:

“Saya berharap UTU mampu melahirkan ide, konsep dan gagasan besar nantinya. Tidak cukup disitu saja, UTU juga harus mampu mengimplementasi semuanya menjadi nyata. Untuk itu, Aceh Jaya akan siap bekerjasama dengan UTU,” ungkap Dr Nurdin yang juga Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Kapusdatin) Kemendagri itu.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|MEULABOH – Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin SSos MSi menilai kemajuan pembangunan di wilayah Barat-Selatan Aceh (Barsela) perlu digenjot agar dapat sejajar dengan pesisir Pidie-Timur-Utara Aceh.

Untuk memajukan wilayah yang terdiri dari delapan kabupaten/kota (Aceh Jaya, Aceh Barat, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil) memerlukan kekuatan besar dengan membangun poros ekonomi Barsela.

Demikian pernyataan itu disampaikan, Dr Nurdin dalam pertemuan dengan Rektor dan Akademisi Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, yang berlangsung di Ruang Senat UTU, Selasa (19/07/2022).

Untuk membangun Barsela, katanya, membutuhkan kekuatan besar dengan ide besar. Maka, UTU sebagai tempat berkumpulknya para ilmuan di wilayah ini memiliki peran penting dalam membangun Barsela.

Baca Juga:  Melalui Inovasi Ngopi Literasi Wakaf, KUA Susoh Sosialisasikan SK Dirjen Bimas Islam

“Saya berharap UTU mampu melahirkan ide, konsep dan gagasan besar nantinya. Tidak cukup disitu saja, UTU juga harus mampu mengimplementasi semuanya menjadi nyata. Untuk itu, Aceh Jaya akan siap bekerjasama dengan UTU,” ungkap Dr Nurdin yang juga Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Kapusdatin) Kemendagri itu.

Menurut Nurdin, Barsela akan sulit mengejar ketertinggal, bila tidak secara bersama membangun wilayah ini. “Maka hilangkan ego masing-masing, mari kita bersama-sama saling berjabat tangan membangun Barsela. Dengan gagasan besar lewat kekuatan besar,” kata Nurdin yang juga putra Barsela itu.

Delapan kabupaten/kota yang ada dalam wilayah Barsela, merupakan modal besar yang dimiliki saat ini. “Tentu orang bertanya bagaimana bentuk membangun ekonomi poros Barsela itu. Saya pikir tidak masalah, lewat bentuk kerjasama bisa dilakukan dan ini dibenarkan dalam aspek peraturan perundang-undangan,” katanya.

Misalnya, lanjut Dr Nurdin, Kabupaten Aceh Jaya dengan potensi yang dimiliki akan menjadi sebagai gerbang pintu masuk lewat laut dengan membangun pelabuhan ekspor, dan Aceh Barat sendiri yang saat ini sudah memiliki UTU harus terus dikembangkan sebagai kawasan pendidikan dan pusat perdagangan.

Baca Juga:  Media The Tapaktuan Post Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Pelajar di SMAN 1 Kluet Timur

Untuk, khusus Nagan Raya yang kini memiliki bandara terbesar di Barsela akan dijadikan sebagai pintuk masuk lewat udara, selain menjadi kawasan industri agro bersama Aceh Barat Daya, Simeulue yang memiliki potensi perikanan dan kelautan akan dijadikan kawasan maritim dan wisata.

Aceh Selatan dan Aceh Singkil juga akan dikembangkan sebagai kawasan industri parawisata dengan panorama alamnya yang juga indah. Sedangkan, Subulussalam akan menjadi gerbang masuk melalui darat dan industry agro.

“Semua ini masih ide dan gagasan awal. Meskipun begitu tetap harus dilakukan kajian lebih mendalam. Bisa jadi hasil kajian nantinya semua akan terjadi perubahan, sesuai hasil riset yang dilakukan pihak lembaga universitas,” ujarnya.

Maka potensi yang miliki wilayah ini harus disatukan, baik tokoh masyarakat, birokrasi, politisi dan intelektual harus bersatu dalam satu ide membangun pros ekonomi Barsela. “Hentikan sejenak perjuangan politik untuk memisahkan diri, mari kita bersatu membangun poros ekonomi,” ajaknya.

Baca Juga:  Dandim 0107/ Aceh Selatan Salurkan 300 Paket Bantuan Sembako Mabes TNI Kepada Masyarakat Jambo Keupok 

“Ketika saya katakan mari kita hentikan sejenak perjuangan politik pemekaran. Bukan berarti saya alergi dengan pemekaran. Kondisi saat ini memang kita belum memungkinkan untuk mekar, karena Pemerintah Pusat masih membelakukan moratorium pemekaran.

Maka untuk tidak sia-sia energy yang ada mari kita bersatu membangun ekonomi Barsela. Dengan terwujud pembangunan ekonomi wilayah ini nantinya yang lebih baik, maka cita-cita yang hari ini kita hentikan sementara, saya kira akan terwujud nanti pada waktunya,” tandas Dr Nudin putra kelahiran Krueng Batee, Kuala Batee, Abdya, itu.

Terhadap gagasan ini mendapat respon positif dari akademis UTU. “Kami siap mewujudkan gagasan poros ekonomi Barsela ini, seusai dengan kemampuan yang kami miliki di UTU,” sambut Rektor UTU, Dr Ishak Hasan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.