Dr Nurdin : Jangan Jadikan Gajah Sebagai Ancaman, Tapi Harus Menjadi Potensi Ekonomi 

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin ketika menerima Project Manager CRU Aceh, Fithria Edy diruang kerjanya, Rabu (27/07/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Ya, masyarakat bisa membuat home stay untuk tempat penginapan wisatawan yang datang berkunjung ke lokasi tersebut. Program konservasi seperti ini, akan kita dukung,” kata Pj Bupati.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Pj Bupati Aceh, Dr Nurdin menghimbau semua pihak untuk tidak lagi menjadikan gajah sebagai ancaman bagi manusia. Karena satwa liar yang dilindungi tersebut, sebenarnya memiliki potensi ekonomi luar biasa, bila dikelola dengan baik.

“Saya melihat selama ini gajah menjadi potensi, maka jangan lagi dijadikan sebagai ancaman. Bagaiman cara gajah itu dikelola dengan baik sehingga menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat,” kata Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin ketika menerima Project Manager CRU Aceh, Fithria Edy diruang kerjanya, Rabu (27/07/2022).

Dalam kaitan koservasi yang dilakukan kedepan, pinta Pj Bupati, bagaimana cara harus bisa dirubah pola pikir masyarakat yang selama ini gajah menjadi ancaman bagi mereka, tetapi sebaliknya kedepan harus mampu menjadikan gajah liar ini sebagai potensi ekonomi bagi masyarakat yang berada disekitar kawasan yang dilintasi satwa liar yang dilindungi tersebut.

Baca Juga:  KIP Abdya Lantik 45 Anggota PPK

Misalnya, kawasan gajah itu harus dijadikan sebagai objek wisata. Dengan dijadikan kawasan yang dilintasi gajah itu sebagai tempat wisata, lanjutnya, tentu masyarakat sekitar ekonominya akan tumbuh, karena ada wisatawan yang datang.

“Ya, masyarakat bisa membuat home stay untuk tempat penginapan wisatawan yang datang berkunjung ke lokasi tersebut. Program konservasi seperti ini, akan kita dukung,” kata Pj Bupati.

Disisilain, lanjutnya, juga harus dilakukan penelitian tanaman apa yang bisa ditanam disekitar lokasi kawasan gajah.

“Ini harus dilakukan penelitian pihak terkait dari Kehutanan. Karena jangan hanya melarang tidak boleh tanam sawit, tetapi solusinya tidak diberikan tanaman apa yang bisa ditanam. Ini juga tidak benar saya kira. Sementara masyarakat sekitar hutan juga butuh hidup dan makan,” ungkap, Dr Nurdin.

Baca Juga:  8 Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan Terendam Banjir, Berikut Datanya

Kalau pola ini yang dilakukan, ungkapnya, ia yakin konflik gajah dengan manusia secara berangsur-angsur akan bisa diminimalisir. Bahkan lambat-laun manusia dan gajah akan bisa hidup berdampingan.

Maka dalam mengelola hutan harus bermanfaat dengan mengembalikan fungsi hutan yang bisa memenuhi kebutuhan bagi pakan gajah.

“Kalau gajah cukup makan dengan pakan yang tersedia dalam hutan memadai. Saya kira akan aman,” katanya.

Tentu upaya ini, katanya, harus dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh serta berkesinambungan.

“Tidak boleh berhenti pada satu titik, dia harus terus berjalan sehingga ditemukan formulasi yang cocok. Karena disatu sisi gajah juga harus dilindungi dari kepunahan. Sementara, masyarakat sekitar hutan harus tetap hidup dan terus berkembang,” tandasnya.

Baca Juga:  Dr Nurdin : Alhamdulilah Produk Sigam Tampan Sudah Mulai Masuk Pasar Tradisional

Dalam kesempatan itu, Project Manager CRU Aceh, Fithria Edy juga mengudang Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin untuk dapat hadir ke lokasi konservasi gagah di Sampoenit pada acara puncak peringatan Hari Gajah Se-dunia pada 11 Agustus 2022 mendatang.

“Kami akan lakukan kegiatan peringatan hari gajah sedunia di Sampoenit. Maka kami undang Pak Pj Bupati untuk hadir membuka acara tersebut,” kata. Fithria Edy yang akrab disapa pipit itu.

Disamping itu, Pipit juga menyatakan siap membantu program Pj Bupati untuk menjadikan kawasan konservasi sebagai objek wisata dengan membangun menara pemantau.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.