Dua Hari Gelar Operasi, KPH Wilayah VI Subulussalam Amankan Belasan Kubik Hasil Illegal Logging

Jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VI Subulussalam bersama personel TNI, Polri dan anggota POM TNI, melakukan operasi Illegal Logging di kawasan Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (31/05/2022). Dok KPH Wilayah VI.
Bagikan:

Dalam operasi tersebut, lanjut Irwandi, pihaknya melibatkan sebanyak 36 orang anggota, terdiri dari unsur TNI, Polri, POM TNI dan warga sekitar.

ANTARANNEWS.COM,TAPAKTUAN – Sejak dua hari terakhir, Senin – Selasa (30-31/05/202), jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam bersama personel TNI, Polri dan anggota POM TNI, melaksanakan operasi Illegal Logging di Wilayah Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam operasi yang dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VI Subulussalam, Irwandi SP MP, tim gabungan berhasil mengamankan dan memusnahkan belasan kubik kayu hasil Illegal Logging dari kawasan hutan lindung Aceh Selatan.

“Alhamdulillah, hasil operasi yang dilakukan KPH VI Subulussalam di Desa Alur Dua Mas, Kecamatan Kota Bahagia berhasil amankan 6 ton kayu Illegal,” kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VI Subulussalam, Irwandi SP MP, Rabu (01/06/2022).

Baca Juga:  SMAN 2 Abdya Gelar Bakti Sosial Membersihkan 11 Masjid di Menggeng Raya

Kayu – kayu tersebut, lanjut Irwandi, selain dimusnahkan di lokasi sebagiannya diangkut ke kantor KPH Wilayah VI yang di tempatkan di kantor BKPH Tapaktuan. “Yang kita musnahkan 39 batang kayu ukuran 10x25x5 dan 15x15x5 sebanyak 53 batang dengan jumlah kira kira 11 meter kubik,” ungkap Irwandi.

Sehari sebelumnya, jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VI Subulussalam bersama personel TNI, Polri dan anggota POM TNI, juga melakukan operasi Illegal Logging di kawasan Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (30/05/2022).

Dalam operasi pada hari pertama tersebut, tim gabungan juga berhasil mengamankan dan memusnahkan sebanyak 76 batang kayu balok tem dengan ukuran 20x25x5. “Kalau kita kubik kan lebih kurang 20,6 kubik. Kayu – kayu tersebut kami dapatkan dalam operasi yang kami di kawasan hutan Kota Bahagia, sejak Senin kemarin,” kata Irwandi, Selasa (31/05/2022).

Baca Juga:  Ratusan Atlit SMA se Aceh Ramaikan O2SN di Gayo Lues 

Kayu – kayu hasil tangkapan pada hari pertama itu, lanjut Irwandi langsung dimusnahkah di lokasi mengingat kondisinya Medan tidak memungkinkan kayu – kayu tersebut untuk dibawa pulang dan diamankan di kantor KPH wilayah VI Subulussalam.

“Saat kami lakukan operasi, pelakunya tidak ada di lokasi, warga sekitar yang kami tanya siapa pemilik kayu – kayu tersebut juga mengaku tidak tahu,” ungkap Irwandi.

Baca Juga:  KPH VI Subulussalam Diminta Bentuk Tim Terpadu Terkait Dugaan Illegal Logging 

Menurut Irwandi, kayu kayu ukuran besar tersebut ditemukan di kawasan perkebunan warga atau sekitar 5 Km dari pemukiman penduduk. Diduga kayu yang sudah ditumpuk di pinggir jalan Tani tersebut berasal dari kawasan hutan lindung setempat.

“Kami minta masyarakat tidak lagi bermain Illegal Logging, karena kami akan terus melakukan operasi secara intensif di kawasan tersebut,” pesan Irwandi M.Pante.

Dalam operasi tersebut, lanjut Irwandi, pihaknya melibatkan sebanyak 36 orang anggota, terdiri dari unsur TNI, Polri, POM TNI dan warga sekitar.

“Kita akan pantau terus, jika kedapatan pelakukannya kita beri tindakan tegas sesuai perundang – undangan yang berlaku, siapapun pelakunya,” tegas Irwandi M Pante.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.