Dua Pucuk Pimpinan Bank Aceh Dinonaktifkan, Pj Gubernur Tunjuk Plt Dirut

Mantan Direksi Utama Bank Aceh Syariah (BAS), Muhammad Syah. Antaran/Istimewa.
Bagikan:

“Bapak Pj Gubernur sangat memahami kondisi dan situasi di Bank Aceh. Selama 21 tahun ikut berkecimpung, tindakan yang diambil saya nilai sangat tepat,” ujar sumber.

Jurnalis: Suprijal Yusuf

BANDA ACEH I ANTARAN – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, H Bustami Hamzah selaku pemegang saham pengendali Bank Aceh Syariah (BAS) menonaktifkan dua pimpinan bank berplat merah di Bumi Serambi Mekah, terhitung sejak, Jumat tanggal (5/4/2024) kemarin.

Dua pucuk pimpinan BAS yang dinonaktifkan Bustami Hamzah adalah Direktur Utama (Dirut) Muhammad Syah dan Direktur Operasional dan Akuntansi, Zulkarnaini.

Baca Juga:  Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser Berkunjung ke Aceh Selatan

Tanpa mengulur waktu, Pj Gubernur Aceh langsung mengisi kekosongan posisi Dirut dengan menunjuk Fadhil Ilyas sebagai pelaksana tugas (Plt) yang selama ini menduduki posisi  sebagai Direktur Bisnis BAS.

Informasi tentang pemberhentian kedua pimpinan kunci bank daerah tersebut, begitu cepat tersiar dan berselancar ke ruang publik sejak Jumat sore kemarin.

Menelisik kepastian isu hangat tersebut, sumber-sumber antaran yang memiliki koneksi orang nomor satu di Aceh saat ini membenarkan pencopotan dua direksi Bank Aceh Syariah tersebut.

“Informasi tentang pencopotan Direksi Utama serta direktur operasional dan akuntansi BAS oleh bapak Pj Gubernur benar adanya dan telah diisi oleh pejabat pelaksana tugas,” ungkap sumber kepada media ini.

Baca Juga:  Dayah Khazanatul Hikam Dukung Penolakan Revisi Qanun LKS

Indikasi penyebab dinonaktifkan kedua petinggi Bank Aceh Syariah sumber lain menyebutkan, kemungkinan tidak lepas dari kinerja dua direksi tersebut yang selama ini dinilai tidak memuaskan.

“Saya nilai ini tidak terlepas dari kinerja kedua pejabat bank tersebut selama ini. Iya, bapak Pj gubernur tidak main-main dalam memegang amanah Mendagri demi kemajuan Aceh,” ujar sumber enggan namanya ditulis.

Masih keterangan sumber tersebut, Pj Gubernur Aceh, H Bustami Hamzah selaku pemegang saham pengendali Bank Syariah Aceh memiliki pengetahuan tentang seluk beluk perbankan.

Baca Juga:  Pilar Sosial Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

“Jadi nggak ada neko-neko lah, apalagi tentang Bank Aceh Syariah beliau sangat dalam memahaminya. Jujur, bang, saya sendiri tidak ragu atas tindakan yang dilakukan pak Bustami Hamzah,” beber sumber.

Setahu kami, sambung sumber itu, tidak kurang dari 21 tahun beliau berhubungan dengan bank Aceh, yakni sejak menjadi staf di Kantor Gubernur Aceh, hingga pernah menjabat Sekretaris Badan Keuangan Aceh dan Kepala Badan Keuangan Aceh, kemudian  menjadi Sekda Prov Aceh. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.