DWP Abdya Laksanakan Seminar Parenting dan Manoe Pucok

Pelaksanaan seminar parenting dan Manoe Lucok DWP Abdya. Antaran/Syamsurizal.
Bagikan:

“Ini kita lakukan sebagai tindak lanjut dari pamatenan / pencatatan motif Rumpun Biluluk karya DWP Abdya yang di ambil ornamen / perangkat adat Manoe Pucok,” katanya. 

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Dharma Wanita Persatuan Aceh Barat Daya (DWP Abdya) melaksanakan seminar parenting dan Manoe Pucok yang diikuti oleh pengurus DWP Abdya serta para istri kepala desa di kabupaten setempat, Kamis (28/12/2023).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kacabdin ini turut dihadiri oleh Ketua DWP Abdya, drh. Cut Hasnah Nur, Sekda Abdya, Salman Alfarisi mewakili Pj bupati, seluruh pengurus DWP, sejumlah tamu undangan dan tamu dari Banda Aceh sebagai pemateri kegiatan.

Baca Juga:  Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya Ikuti Prosesi Tradisi Penyambutan Pangdam IM

Ketua DWP Abdya, drh. Cut Hasnah Nur dalam sambutannya mengatakan, semoga dengan sinergitas yang baik dari seluruh organisasi wanita termasuk ibu-ibu keuchik sebagai penggerak utama wanita di desa dapat terus memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan Abdya.

“Khususnya dalam pembangunan generasi emas Abdya,” kata drh. Cut Hasnah Nur.

drh. Cut Hasnah Nur juga membeberkan persembahan karya nyata khususnya di bidang budaya karena dalam ADRT karya DPW ada 3 bidang pembangunan yang diharap DWP ikut berkontribusi yakni pendidikan, Ekonomi dan seni budaya.

Baca Juga:  Dinilai Keluarkan Putusan Keliru, Warga Datangi PN Blangpidie 

“DWP Abdya telah melakukan pencatatan inventarisasi kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional untuk adat budaya Manoe Pucok dan juga dipatenkan sebagai adat budaya asli Abdya dan berasal dari kerajaan kuala batu pada abad ke 1800 an melalui kementrian hukum dan hak asasi manusia nomor EBT 1120309451 dengan jenis ekspresi budaya atau upacara adat,” sebutnya.

Dia berharap ke depan adat budaya khas Aceh Barat Daya juga dapat dipatenkan dan dapat dilestarikan dengan baik agar tidak di klaim sebagai adat budaya daerah lain.

Baca Juga:  Terkait Agunan Untuk Kredit KUR, SMNI Aceh Barat Akan Surati Komisaris BSI

“Ini kita lakukan sebagai tindak lanjut dari pamatenan/pencatatan motif Rumpun Biluluk karya DWP Abdya yang di ambil ornamen/perangkat adat Manoe Pucok,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.