Ekspor CPO Dibuka Kembali, Harga Sawit Mulai Bergerak Naik

Ikhsan Jufri salah seorang pedagang pengumpul TBS partai besar di Abdya
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM,BLANGPIDIE – Presiden Joko Widodo akhirnya, Kamis (19/5) kemarin, mengumumkan pembukaan kembali kran ekspor crude palm oil (CPO) minyak goreng, setelah setempat dilakukan pelarangan ekspor sejak 28 April 2022 lalu. Pembukaan kran ekspor ini akan berlaku ekfektif mulai, Senin (23/5) pekan depan.

Menyusul pengumuman pebukaan kembali larangan ekspor tersebut, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani mulai bergerak naik di pantai Barat-Selatan Aceh (Barsela) sejak, Jumat (20/5) hari ini.

Kenaikan mencapai rata-rata Rp 100/kg, yaitu dari harga Rp 1.350 – Rp 1.400/kg naik menjadi Rp 1.450/kg hingga Rp 1.500/kg. Kenaikan harga ini, menyusul sejumlah pabrik pengolahan sawit (PKS) mulai menaikkan harga pembelian TBS dari harga Rp 1.650/kg naik menjadi Rp 1750/kg.

Baca Juga:  Harga Sawit di Abdya Masih Dibawah Rp 1.700/kg

Ikhsan Jufri salah seorang pedagang pengumpul TBS partai besar di Abdya yang dihubungi Antarannews, Jumat (20/5) pagi tadi, mengakui kalau harga pembelian sawit di sejumlah PKS yang ada di Abdya dan Nagan Raya sudah menaikan harga seperti, PKS PT Mon Jambee di Ie Mirah, Babahrot, Abdya, dan PKS PT Raja Marga di Darul Makmur, Nagan Raya.

“Rata-rata harganya naik Rp 100 perkilogram dari harga sebelumnya Rp 1.650 perkilogram naik menjadi Rp 1.750/kg. Harga terbaru ini akan berlaku efektif, Jumat hari ini. Karena pengumuman kenaikannya baru diberitatahu pada kami agen pemasok sawit ke pabrik, Kamis tengah malam tadi,” kata Ikhsan Jufri yang juga anggota DPRK Abdya itu.

Baca Juga:  Malam Ini, Upaya Pencarian Bocah Alul Dihentikan Sementara

Menurut Ikhsan Jufri, kenaikan harga ini tidak terlepas dari telah dibukannya kembali kran ekspor CPO dan minyak goring oleh pemerintah yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (19/5) kemarin.

“Kami masyarakat Abdya memberi aspresiasi kepada Pak Presiden Joko Widodo yang telah mendengar jeritan petani kecil. Dengan langkah tepat membuka kembali kran ekspor CPO dan minyak goreng. Terimakasih Pak Presiden,” ucap Ikhsan Jufri yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pihaknya, meyakini kalau larangan ekspor CPO dan minyak goreng sudah dicabut, maka dalam waktu yang tidak begitu lama lagi harga TBS petani akan kembali normal diatas Rp 2.500 – Rp 3.000/kg.

Baca Juga:  Pameran UMKM BUMG HUT 77 Kabupaten Aceh Selatan Ditutup Bupati Tgk Amran

“Saya yakin harga sawit akan kembali berada pada posisi normal Rp 3.000 perkilogram. Yang penting ada tangan pemerintah untuk melakukan pentauan harga, sehingga PKS tidak memainkan harga. Karena harga CPO dunia saat ini masih tetap tinggi diatas Rp 20.000 lebih perkilogramnya,” ujar Ikhsan Jufri.

Sejumlah petani sawit di Barsela yang dihubungi antarannews, tadi pagi, ikut gembira dibukanya kembali kran ekspor CPOI dan minyak goreng tersebut, karena terus diikuti dengan kenaikan harga TBS.

“Terimakasih Pak Presiden Joko Widodo. Atas kebijakan Bapak membuka kembali kran ekspor CPO dan minyak goreng, harga sawit kami sudah naik lagi,” M Isa (55) petani sawit asal Tripa Bawah, Nagan Raya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.