Empat Karya Budaya Aceh Selatan Ditetapkan Sebagai WBTBI

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran.
Bagikan:

Penetapan itu disambut gembira oleh masyarakat Aceh Selatan, karena diantara 17 karya budaya tersebut, empat diantaranya berasal dari Kabupaten Aceh Selatan.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI, telah menetapkan 17 karya budaya yang diusulkan oleh Pemerintah Aceh sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) Indonesia, melalui sidang penetapan WBTBI di Jogjakarta pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Sebelumnya, seluruh usulan Pemerintah Aceh tersebut telah melalui tahapan verifikasi untuk dinyatakan memenuhi syarat oleh tim ahli dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya. Penetapan itu disambut gembira oleh masyarakat Aceh Selatan, karena diantara 17 karya budaya tersebut, empat diantaranya berasal dari Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga:  Diduga Disambar Petir, 6 Ekor Kerbau Mati Misterius di Aceh Selatan  

Adapun karya Aceh Selatan yang ditetapkan sebagai WBTBI yakni, Malamang atau tradisi memasak lemang, Meudayang atau tradisi mengambil madu lebah Bulohseuma, Kasab atau sulaman benang emas khas Aceh Selatan, serta Rumah Rungko (rumah adat Kluet).

Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Deka Harwinta Zianur, SH., M.I.Kom, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas ditetapkannya emoat karya budaya Aceh Selatan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Baca Juga:  Kapolsek Trangun : Gunakan Gigi Satu Diturunan Bur Nipis 

“Alhamdulillah, atas nama pemerintah daerah, dan tentunya sebagai bagian dari masyarakat Aceh Selatan, saya mengucap rasa syukur serta bangga, dengan ditetapkannya empat karya budaya warisan leluhur kami, sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia secara resmi oleh negara, melalui Kemendikbud-Ristek RI,” ucapnya, Senin (3/10/2022).

Selanjutnya, kata Deka Harwinta, ucapan terima kasih kami kepada Pemerintah Aceh dan Kemendikbud-Ristek RI yang telah mengusulkan dan menetapkan karya budaya Aceh Selatan, sehingga menjadi bagian Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

“Selanjutnya, menjadi tugas kita bersama untuk terus menjaga dan merawat warisan budaya tersebut agar tidak hilang ditelan zaman. Dan kiranya ini menjadi motivasi bagi kita semua, terutama generasi muda untuk mengenal dan mempromosikan warisan budaya leluhur kepada dunia,” kata Deka Harwinta.

Baca Juga:  Pemilihan dan Penobatan Agam - Inong Duta Wisata Aceh Selatan 2022, Ini Harapan Bupati dan Kadis Pariwisata Aceh Selatan 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, melalui Kepala Bidang Budaya dan Nilai Sejarah, Evi Mayasari, menyampaikan bahwa tahun 2022 ini menjadi pencapaian baru bagi Provinsi Aceh, dimana sebanyak tujuh belas usulan dari Pemerintah Aceh diakomodir seluruhnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2022, terdapat 718 usulan dari 34 provinsi di Indonesia yang mengajukan untuk diverifikasi agar dapat ditetapkan sebagai warisan budaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.