Empat Pesantren di Aceh Selatan Terdampak Banjir

Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Drs. Farid Wajidi saat memberi keterangan. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Banyak lumpur dan bongkahan kayu mengotori fasilitas dan lingkungan dayah,” ujar Farid Wajidi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu-Minggu (6-7 Mei 2023) kemarin menyebabkan Krueng (Sungai) Kluet meluap, beberapa gampong (desa) di Kecamatan Kluet Utara dan Kluet Selatan diterjang banjir, sejumlah fasilitas umum dan rumah penduduk tergenang air.

Informasi diterima antaran, selain menggenangi dan merusak fasilitas umum dan rumah penduduk, empat dari 108 Dayah/Pesantren di Aceh Selatan mengalami dampak banjir serius. Pihak dayah terpaksa kerja ekstra untuk memperbaiki dan membersihkan material lumpur yang terbawa banjir di lingkungan dan fasilitas dayah/pesantren.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan, Drs. Farid Wajidi yang dikonfirmasi membenarkan empat dayah/pesantren terdampak bencana banjir. Pasca banjir, kondisi lingkungan dan fasilitas sarana pendidikan ilmu agama Islam di Kluet Utara dan Kluet Selatan sangat memprihatinkan.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Kawasan di Aceh Selatan Tergenang Banjir

“Paska banjir yang menimpa dayah/pesantren, para guru ngaji dan pihak dayah/pesantren harus bekerja keras untuk memperbaiki dan membersihkan kerusakan serta kotoran yang terbawa banjir. Banyak lumpur dan bongkahan kayu mengotori fasilitas dan lingkungan dayah,” ujar Farid Wajidi kepada antaran, Rabu (10/5/2023).

Menurut Kadis Pendidikan Dayah, peristiwa banjir yang menimpa empat dayah terjadi bertepatan saat para santri/santriwati masih libur. Akibatnya, mau tidak mau pihak pengurus Dayah/Pesantren harus bekerja ekstra membersihkan material kotoran sebelum santri masuk kembali.

“Atas peristiwa yang dialami empat dayah/pesantren, kami mohon perhatian dari Pemerintah Daerah dan Provinsi Aceh untuk membantu meringankan beban dampak banjir masing-masing dayah, termasuk biaya perbaikan yang ditimbulkan bencana banjir,” ungkap Farid Wajidi.

Baca Juga:  Akibat Hujan Lebat, Sebagian Ruas Jalan Nasional di Aceh Selatan Tergenang Banjir

Secara detail Kadis Pendidikan Dayah menyebutkan empat dayah/pesantren yang terdampak banjir meliputi, Darul Rahmah (Kluet Utara), Ruhul Ulum (Kluet Selatan), Babul Rahmah (Limau Putut, Kluet Utara) dan Raudatus Sakdah (Kuala Ba’u, Kluet Utara).

Kondisi Dayah/Pesantren Raudatus Sakdah Gampong Kuala Ba’u, Kluet Utara saat dilanda banjir. ANTARAN / Istimewa.

“Keempat Dayah/Pesantren tersebut masih dalam tahapan perbaikan dan pembersihan, baik endapan lumpur, bongkahan kayu dan material lain. Pemerintah daerah harus turun tangan dan membantu pihak Dayah/Pesantren supaya lancar kembali melanjutkan proses belajar mengajar para santri,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan Farid Wajidi, seiring perkembangan alam dan tuntutan zaman, hingga Mei 2023 jumlah lembaga pendidikan agama Islam yang menyebar di 260 gampong, terdiri 18 kecamatan sebanyak 108 dayah/pesantren. Jumlah ini akan terus bertambah seiring berkembangnya minat para santri untuk menuntut ilmu agama.

“Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan berusaha semaksimal mungkin agar lembaga pendidikan agama islam daerah penghasil pala cepat terakreditasi. Alhamdulillah, jumlah dayah dan Pesantren Aceh Selatan yang terakreditasi terus melonjak dan mengalami peningkatan,” beber Farid Wajidi.

Baca Juga:  8 Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan Terendam Banjir, Berikut Datanya

Menurut dia, pada tahun 2019 lalu jumlah Dayah/Pasentren Aceh Selatan yang terakreditasi disegala tipe (A Plus, A, B, C dan D) sebanyak 74 dayah. Tahun 2022 bertambah delapan dayah dan tahun 2023 kembali terbit akreditasi empat lagi. Sehingga jumlah Dayah/Pesantren Aceh Selatan yang terakreditasi sebanyak 86 dari 108 dayah/pesantren yang ada.

“Jumlah ini sangat luar biasa dan menunjukan grafik perkembangan pengajian agama islam yang baik. Mudah-mudahan lembaga pendidikan agama islam ini menjadi barometer bagi generasi muda dalam menuntut ilmu agama dan mampu melahirkan ulama-ulama muda di Aceh Selatan,” tutup Farid Wajidi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.