Empat Pulau Aceh Masuk Wilayah Sumut, Dul Mursid : Itu Penetapan Sepihak

Bupati Aceh Singkil, Dul Mursid. Foto Dari Website Aceh Singkil.
Bagikan:

“Ini jelas kami nilai penetapan sepihak. Karena sebelumnya kita juga sudah mengajukan keberatan terhadap persoalan batas wilayah ini, yang mana empat pulau yang selama ini berada diwilayah kita diklaim langsung masuk ke Sumut,” kata Dul Mursid yang dihubungi antarannews via telepon selular, Sabtu (21/5/2022) siang kemarin.

ANTARANNEWS.COM,BANDA ACEH – Bupati Aceh Singkil, Dul Mursid secara tegas menyatakan pihaknya sangat keberatan dan menolak atas Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor: 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemuktahiran Kode, Data Wilayah Adminitrasi Pemerintah dan Pulau Tahun 2021.

Karena dalam Kepmendagri tertanggal 14 Pebruari 2022 itu, telah dimasukkanya sebanyak empat pulau di Kepulauan Pulau Banyak, Aceh Singkil, dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meliputi, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, dan Pulau Lipan.

Baca Juga:  Anggota DPRK Simeulue Gelontor Dana Rp 200 Juta Untuk Pavin Blok Masjid Sambay

“Ini jelas kami nilai penetapan sepihak. Karena sebelumnya kita juga sudah mengajukan keberatan terhadap persoalan batas wilayah ini, yang mana empat pulau yang selama ini berada diwilayah kita diklaim langsung masuk ke Sumut,” kata Dul Mursid yang dihubungi antarannews via telepon selular, Sabtu (21/5/2022) siang kemarin.

Seharusnya, lanjut Bupati Aceh Singkil ini, pihak Kemendagri ketika keputusan itu dibuat harus menghadirkan pihaknya dari Aceh. “Karena sebelumnya sudah kita ajukan keberatan,” kata Dul Mursid.

Soalnya, lanjut Du Mursid, persoalan perbatasan antara Sumut dan Aceh di wilayah perairan Aceh Singkil yang menyebabkan empat pulau tersebut diklaim Sumut masuk wilayahnya sudah berlangsung sejak lama.

Baca Juga:  Oknum Perangkat Desa di Aceh Selatan Diamankan Polisi

“Sejak Bupati Aceh Singkil dijabat Oyon (H Safriadi Manik SH) persoalan ini sudah mencuat. Saat itu kita Aceh Singkil juga melalukan protes keras. Lalu, masalah ini diam, dan kami anggap waktu itu sudah selesai. Malah belakangan diam-diam ditetapkan masuk dalam wilayah Sumut, ini yang membuat kita kaget,” ujarnya.

Menurut Bupati Aceh Singkil Dul Murisd, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dengan mengajukan keberatan keras terhadap Kepmendagri Nomor: 050 -145 Tahun 2022 tertanggal 14 Februari 2022.

“Kita akan terus berupaya Kepmendagri tersebut harus ditinjau ulang dengan mengeluarkan empat pulau tersebut dari wilayah Sumut. Dan harus dikembalikan ke Aceh yaitu, Kabupaten Aceh Singkil,” harap Dul Mursid.

Baca Juga:  Armansyah Berharap Panitia Pemilihan Reje Kampung Mampu Bersikap Netral

Keempat pulau yang diklaim masuk dalam wilayah Sumut tersebut, ungkapnya, selama ini memang tidak berpenghuni. Bahkan, lanjutnya, ketika tim TNI/Polri yang melakukan pengukuran wilayah dan turun ke Singkil beberapa waktu lalu pihaknya sudah pernah menjelaskan bahwa empat pulau tersebut merupakan milik wilayah Aceh Singkil.

Terkait persoalan empat pulau tersebut diklaim masuk wilayah Sumut melalui Kepmedagri Nomor: 050-145 Tahun 2022 itu, menjadi pembahasan masyarakat Aceh di media sosial baik, baik group WhasApp (WA) maupun Fabebbok sepanjang, Sabtu kemarin. Mereka umumnya meminta pertanggungjazwab pimpinan daerah baik eksekutif maupun legislatif terkait persoalan empat pulau itu yang sudah diklaim masuk wilayah Sumut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.