Forum Keuchik di Abdya Minta Kilan Padi Modern Dikelola BUMDesMa

Forum Keuchik Tangan-Tangan saat meninjau gedung kilang padi modern yang tidak beroperasi di lokasi BBU Kecamatan Tangan-Tangan, Senin (13/02/2024). ANTARAN / RIZAL
Bagikan:

“Dengan beroperasinya kilang padi ini nanti, akan mampu menampung gabah petani. Dan kita berharap harga gabah di wilayah kita akan menguntungkan petani,” ungkap Zulkifli yang turut dibenarkan para Keuchik lainnya.

Jurnalis : Rizal

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE –
Para Keuchik yang tergabung dalam Forum Keuchik Kecamatan Tangan-Tangan meminta kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) untuk memberikan kesempatan kepada Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) mengelola kilang padi modern atau Rice Milling Unit (RMU) yang berada di lokasi Balai Benih Utama (BBU), Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten setempat.

Baca Juga:  Lima Warga Blangkejeren Dijatuhi Hukuman Cambuk

Sejak diresmikan pada tahun 2021 silam oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, kilan padi modern tersebut sempat dikelola oleh PT Semangat Bersama Entrepreneurship (SBE) selaku pemenang lelang pada masa itu. Namun dalam perjalanannya, hingga saat ini tidak terlihat lagi proses kegiatan di pabrik modern yang dibangun menghabiskan dana sekitar Rp 7,75 Miliar itu.

“Dengan terlihat sepinya aktivitas di pabrik kilang padi itu, kami dari forum Keuchik meminta pimpinan kabupaten bisa memberikan kesempatan untuk mengelola pabrik tersebut dari pada terbengkalai dan tak terawat,” kata Ketua Forum Keuchik Tangan-Tangan Zulkifli, Senin (13/2/2023).

Baca Juga:  DPRK Usul Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Abdya

Didampingi Keuchik Suak Nibong Adami Us, Keuchik Mesjid Kasman, Keuchik Padang Bak Jeumpa, Herman dan Asnawi Keuchik Padang Bak Jok serta unsur Tuha Peut (LKMD) lainnya menambahkan, informasi yang ia terima, kilang padi modern yang berada di Tangan-Tangan itu, sempat rusak hingga pengoperasiannya terhenti.

Maka dari itu, menurutnya sudah sangat tepat kalau pengelolaannya diberikan kepada BUMDesMa mengingat posisi pabrik berada di Kecamatan Tangan-Tangan.

“Dengan beroperasinya kilang padi ini nanti, akan mampu menampung gabah petani. Dan kita berharap harga gabah di wilayah kita akan menguntungkan petani,” ungkap Zulkifli yang turut dibenarkan para Keuchik lainnya.

Baca Juga:  Curhat di Pusara Ayah-Ibu, Cara Yusria Warga Abdya Melepas Rindu Usai Salat Idul Fitri

Lebih lanjut Zulkifli, sangat menyayangkan jikalau pabrik semegah itu bisa terbengkalai hingga menjadi besi tua. Paling tidak, gabah petani di Kecamatan Tangan-Tangan bisa tertampung dengan dikelola oleh BUMDesMa. Apalagi semua desa di kecamatan Tangan-Tangan memiliki saham pada pengelolaan pabrik tersebut.

“Masing-masing desa di Kecamatan Tangan-Tangan memiliki lahan sawah. Insya Allah, kami optimis kalau dikelola oleh BUMDesMa, pabrik itu akan berjalan,” demikian tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.