Garuk Perhiasan di Rumah Saudara Senilai Rp 99 Juta, Warga Aceh Selatan Masuk “Kandang”

Kapolres Aceh Selatan AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, SIK, bersama Waka, Kompol Iswar, SH dan Kasat Reskrim AKP Fajri Adi, SH, MH memperlihatkan barang bukti yang digasak tersangka MH. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Saat membuat laporan ke Polres Aceh Selatan, korban mengaku mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 99 juta, akibat sejumlah perhiasan emas yang dimiliki di garuk MH di rumahnya,” papar Kapolres Aceh Selatan.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Warga Gampong (desa) Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Provinsi Aceh terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian dan mengenakan baju warna orange, setelah dilaporkan atas dugaan menggaruk sejumlah perhiasan emas di rumah korban FA, Gampong Pasar, Tapaktuan, Jumat (22/12/2023) lalu.

Tidak tanggung-tanggung, MH, 40 tahun, menggaruk perhiasan emas di rumah saudara dekat sendiri senilai Rp 99 juta. Berhasil melakoni aksinya, tersangka membeli satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul bekas dan dua unit handpone merek Xiaomi dan realmi.

Dalam konferensi Pers yang digelar, Sabtu (13/1/2024) di Mapolres Aceh Selatan, Kapolres AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, SIK menguraikan kronologis peristiwa pencurian yang dilakukan MH di rumah adik kandung sendiri. Berdasarkan pengakuan saksi korban kepada penyidik, MH sudah berada di kediamannya sejak hari Minggu tanggal 17 Desember 2024, sekira pukul 20.00 WIB dan tidur di kamar belakang rumah.

“Pada hari kejadian, korban bersama istri keluar rumah untuk menjemput anak pulang sekolah. Sepulang dari jemput anak, korban bertemu MH didepan pintu bergegas meninggalkan rumah dan hendak pulang ke Lhok Rukam. Pelaku juga meminta uang ongkos sebesar Rp 5.000,” ucap Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Iswar, Kabag Ops, AKP Rizal, Kasat Reskrim, AKP Fajri Adi, SH, MH dan Kabag Humas AKP Adam Sugiarto.

Baca Juga:  Hasil Rapat Koordinasi Bersama, Segini Besaran Zakat Fitrah di Abdya

Ketika korban masuk kamar tidur melihat jejak tapak kaki di dinding kamar mandi dan plapon kamar mandi yang terbuat dari jaring kawat sudah dalam keadaan terbuka. Selanjutnya korban merasa curiga dan mengecek barang-barang yang ada di dalam kamar tidur, ternyata tidak hilang.

Lebih lanjut Kapolres mengungkap, Senin tanggal 25 Desember 2023 ayah mertua saksi Korban SY, 68 tahun, penduduk Gampong Lhok Rukam mendatangi ke rumah saksi korban dan mengatakan “Apakah ada barang-barang kalian yang hilang ?. Saya merasa janggal MH sudah membeli sepeda motor dan banyak uangnya”

Mendengar ungkapan tersebut, saksi korban dan istri kembali memeriksa barang – barang yang ada di dalam kamar tidur dan di tempat penyimpanan. Benar saya sejumlah perhiasan emas raib.

Adapun perhiasan yang hilang, berupa; anak kalung (liontin) berbentuk segi empat bertuliskan huruf R, liontin berbentuk segitiga bermata diamond, satu buah Cincin tidak bermata, subang (anting) hilang mata mutiara, subang jepit mata diamond, kalung bola-bola bulat dengan tali rantai kecil, gelang bambu satu rantai double, kalung rantai empat segi, gelang rantai bulat-bulat, mata kalung bertuliskan F. Yuliana, dan dua buah cincin bayi.

Baca Juga:  Terduga Bandar Narkoba Dibekuk Satres Narkoba Polres Aceh Selatan

“Semua perhiasan yang diketahui hilang itu disimpan istri saksi korban di dalam kotak jam tangan warna coklat yang diletakkan di sela-sela lipatan baju dalam lemari kamar tidur. Atas kejadian tersebut, saksi korban melaporkan ke Polres Aceh Selatan

“Saat membuat laporan ke Polres Aceh Selatan, korban mengaku mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 99 juta, akibat sejumlah perhiasan emas yang dimiliki di garuk MH di rumahnya,” papar Kapolres Aceh Selatan.

Dasar laporan itu, penyidik Polres langsung bereaksi, hasil penyelidikan dan penyidikan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang berhasil di amankan, pelaku pencurian mengarah ke MH.

Dari kecekatan personel Satreskrim Polres Aceh Selatan, berhasil mengamankan barang bukti berupa; anak kalung berbentuk segi empat bertuliskan huruf R, bahan emas 22 (700 K) berat 0,57 gram. anak kalung (liontin) berbentuk segitiga bermata diamond, bahan emas 22 (700 K), berat 1,64 gram. Cincin tidak bermata, bahan emas 22 (700 K), berat 1,64 gram.

Baca Juga:  Penemuan Sesosok Mayat di Sungai Gegerkan Warga Tungel Baru

Selanjutnya, anting (subang) hilang mata mutiara, bahan emas 22 (700 K), berat 0,94 gram. Subang jepit mata diamond, bahan emas 22 (700 K), berat 1,46 gram. Kalung bola – bola bulat dengan tali rantai kecil, bahan emas 22 (700 K), berat 16,07 gram. Gelang bambu satu rantai double, bahan emas 99 (24 K), berat 26,10 Gram. Kalung rantai empat segi, bahan emas 99 (24 K), berat 6,59 Gram.

Polisi juga mengamankan uang Tunai Rp. 17.200.000, dua unit handpone merek Xiaomi dan readmi serta satu unit sepeda motor Yamaha mio soul warna hitam coklat list biru dengan nopol BL 3247.

“Tindakan pencurian ini dibidik Pasal 363 ke 3e dan 5e Jo pasal 362 KUHPidana dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara. Jajaran Polres menggalang kerjasama dengan seluruh insan Pers yang bertugas di wilayah hukum Aceh Selatan untuk sama menjaga suasana kondusif,” pungkas Mughi Prasetyo Habrianto.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.