Gawat, 18 Kendaraan Dinas Pemkab Aceh Selatan “Dikuasai” Oknum Tidak Berwenang

Teuku Sukandi saat menyampaikan pernyataan indikasi kendaraan dinas Pemkab Aceh Selatan dikuasai sejumlah oknum. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Hasil pemantauan kami, ada 13 unit mobil dan 5 sepeda motor berbagai merek milik Pemda Aceh Selatan belum di kembalikan. Perlu sesegera mungkin ditertibkan untuk menyelamatkan aset daerah,” kata Teuku Sukandi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Sejumlah aset bergerak milik Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berupa kendaraan roda empat dan dua disinyalir dikuasai untuk kepentingan pribadi pihak tidak berwenang alias non ASN atau bukan pejabat setempat yang sama sekali tidak berhubungan dengan kinerja pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan tokoh pemerhati kebijakan pemerintah Aceh Selatan, Teuku Sukandi. Katanya, hasil pantauan dan investigasi pihaknya, selama beberapa tahun terakhir sampai saat ini, sejumlah kendaraan dinas Pemkab Aceh Selatan masih berada di pihak lain.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Hadiri Sosialisasi MCP KPK di Jakarta

“Kendaraan tersebut digunakan untuk kesenangan dan kepentingan pribadi tanpa ada hubungannya dengan kinerja pemerintah, termasuk ASN pensiunan. Kepemimpinan AZAM sudah berakhir, namun mobil yang dikuasai masih lalu lalang,” ujar Teuku Sukandi kepada antaran, Sabtu (21/10/2023).

Mirisnya, walaupun sudah bertahun tidak dikembalikan, pemerintah setempat tidak berupaya melakukan penertiban atau menarik kembali aset negara dari tangan oknum tertentu yang bukan bagian dari pemerintahan.

“Hasil pemantauan kami, ada 13 unit mobil dan 5 sepeda motor berbagai merek milik Pemda Aceh Selatan belum di kembalikan. Perlu sesegera mungkin ditertibkan untuk menyelamatkan aset daerah,” sebut Teuku Sukandi.

Baca Juga:  Terkait Permintaan Pembangunan Tower Telkomsel, Begini Kata Kadis Kominfo Simeulue

Uniknya, sambung, mantan anggota DPRK dari Partai PDI-P tersebut, kuat dugaan kendaraan dinas milik pemda tersebut dipasang plat bodong untuk menyembunyi nomor polisi merah.

Kondisi memprihatinkan, selain dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, diduga akan disalahgunakan untuk kegiatan politik. Pasalnya, diantara oknum-oknum tersebut disinyalir terdapat bakal calon anggota legislatif pada Pemilu 2024 mendatang.

“Saran kami, dibawah kepemimpinan Pj Bupati Cut Syazalisma, S. STP, sesegera mungkin melakukan penertiban dan menarik kembali semua kendaraan dinas yang masih dikuasi oknum-oknum tertentu. Ini semata-mata untuk menghindari pelanggaran hukum dan penyalahgunaan aset negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, selaku pimpinan, Pj Bupati memiliki tanggung jawab mutlak dan kewenangan penuh untuk menertibkan aset daerah tanpa pilih bulu.

Baca Juga:  Pemkab Gelar Forum OPD Penyusunan RKPD Tahun 2024, Ini Kata Bupati Aceh Selatan

“Kami menanti action dan kebijakan pemerintah daerah untuk mengakomodir persoalan ini. Apabila dibiarkan berlarut-larut maka akan lebih carut marut dan menambah persoalan diatas persoalan,” imbuh T. Sukandi yang bernaung di LSM For PAS.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh Selatan, Ilhan Sahputra, S. STP, M.Si yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban aset daerah dalam waktu dekat, cepat dan akurat, termasuk kendaraan dinas.

“Terimakasih atas saran dan pendapat yang disampaikan masyarakat, baik secara lisan maupun melalui media. Kami segera menindaklanjuti dan menyusun jadwal pelaksanaan penertibannya,” jawab Ilham Sahputra singkat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.