Gebyar Legendaris Turnamen Sepak Bola U-40 Pilar Naga Cup I Tahun 2024 Bergulir di Pantai Barat Selatan Aceh

Bagikan:

“Turnamen sepakbola usia 40 tahun (U-40) diikuti 22 tim, berlangsung dari tanggal 10 sampai 22 Januari 2024. Panitia pelaksana menyediakan bonus sebesar Rp 25 juta dan tropy,” kata dr Marwazi Sofyan, Sp.B., MH. Kes, FINACS.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pilar Naga FC asuhan komponen RSUD-YA Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan menyelenggarakan turnamen legendaris usia 40 tahun di belahan Pantai Barat Selatan Aceh , bergulir di Lapangan Naga, Tapaktuan sejak tanggal 10 Januari 2024.

Informasi dihimpun, kompetisi sepak bola U-40 yang diperagakan atlet-atlet paruh baya masih langka dilaksanakan di wilayah Aceh Selatan. Namun, awal tahun 2024, perhelatan legendaris ini digelindingkan di kawasan Pantai Barat-Selatan, Aceh dengan di nahkodai Pilar Naga FC selaku panitia pelaksana.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP mengatakan, faktor usia tidak menjadi alasan dan pembatasan dalam olahraga, kendatipun bertitel separuh baya, namun semangat kompetisi sepakbola U-40 harus bergeloran dan menyala sepanjang berlangsungnya turnamen ini, dengan menjunjung sportivitas.

Baca Juga:  Situs Sejarah Benteng Trumon dan Destinasi Wisata Pulau Dua Masuk Nominasi API Award 2022

Turnamen U-40 Pilar Naga FC Cup I 2024 ini merupakan salah satu kegiatan untuk mempererat persahabatan antar pemain legendaris se-pantai Barat Selatan Aceh. Selain menguji ketangkasan pemain-pemain lawas, ajang ini juga sebagai pesona untuk menggalakan sepakbola dan olahraga bagi semua usia.

“Kalau selama ini para legendaris sepak bola hanya duduk di bangku penonton sebagai menyumbang tepuk tangan, hari dilibatkan langsung untuk bergelut di medan laga. Semoga sukses dan menyajikan yang terbaik agar menjadi contoh bagi penerus sepakbola,” ujar Cut Syazalisma saat membuka turnamen, Rabu (10/1/2024), pekan lalu.

Ketua Panitia Pelaksana kompetisi, dr Marwazi Sofyan, Sp.B., MH. Kes, FINACS menyebutkan, dengan digelarnya Turnamen Sepak Bola U-40 Pilar Naga Cup I 2024, ia menabuhkan harapan untuk menumbuhkan spirit dan menginspirasi para legendaris sepak bola di pantai Barat Selatan Aceh untuk memicu pemain muda lebih berjaya, berkualitas dan melahirkan bibit unggulan.

Baca Juga:  Pemkab Nagan Raya dan Aceh Tengah Teken MoU KAD

“Turnamen sepakbola usia 40 tahun (U-40) diikuti 22 tim, berlangsung dari tanggal 10 sampai 22 Januari 2024. Panitia pelaksana menyediakan bonus sebesar Rp 25 juta dan tropy. Para legendaris adalah mata rantai dalam memacu kualitas sepakbola,” kata dr Marwazi, SpB kepada antaran, Senin (15/1/2024) di Tapaktuan.

Pria yang kental disapa dr. Adjie ini menambahkan, pertandingan yang diikuti 22 grup ini bersifat open turnamen. Sebagai pembangkit semangat dan gairah prajurit-prajurit sepakbola usia 40 tahunan tersebut, panitia menyediakan bonus ditambah tropy, untuk champion I sebesar Rp 10 juta. Disusul juara II Rp. 7 juta, Juara III dan IV masing-masing Rp. 6 juta.

Bukan hanya, sebut dr Adjie, panitia juga menyediakan bingkisan pembinaan untuk Top Score dan Pemain terbaik masing-masing memperoleh Rp 1 juta. Sang presiden Pilar Naga Club itu mengaku, perhelatan turnamen U-40 yang diselenggarakan ini tidak jauh berbeda dengan kompetisi Sepak Bola pada umumnya.

Baca Juga:  Awali Tugas di Kodam IM, Kapendam Silaturahmi ke PWI Aceh

Jumlah pemain yang harus disiapkan masing-masing kesebelasan maksimal berjumlah 20 orang, setidaknya 17 pemain berumur 40 tahun dan tiga atlet usia 35 tahun. Tenggat lamanya bertanding 30 x 2 menit, dipimpin wasit dari PSSI Aceh Selatan yang telah mengantongi lisensi C2 sesuai standar FIFA.

“Pemain juga wajib menyerahkan fotocopy KTP, serta dibawa/memperlihat KTP asli pada saat pertandingan berlangsung. Untuk status domisili, pemain tidak diperkenankan menggunakan surat keterangan. Pemain dan official diwajibkan datang 15 menit sebelum pertandingan,” terangnya.

“Melalui even ini, kami berharap para pemain legendaris dapat mempertontonkan the best talent (talenta terbaik) untuk diperlihatkan kepada pemain-pemain muda agar bisa dikembangkan. Iya pemain legendaris hendaknya menitiskan yang terbaik sebagai contoh untuk generasi penerus,” pungkas dr. Adjie.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.