Geger, Tiba-tiba Kadinkes Aceh Selatan Mundur, Begini Penjelasan Pj Bupati

Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP. ANTARAN/foto dokumentasi.
Bagikan:

“Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan mengundurkan diri dari jabatan atas keinginan sendiri untuk melanjutkan Pendidikan doktoral di Jakarta. Tidak ada indikasi apapun, murni untuk peningkatan SDM,” kata Pj Bupati.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN | TAPAKTUAN-Tidak ada angin dan badai, geger dan memantik tanda tanya di kalangan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Selatan mengundurkan diri dari jabatan yang diemban.

Indikasi Fakhrijal mengundurkan diri sebagai Kadinkes Kabupaten Aceh Selatan menyeruak ke permukaan dan mengagetkan masyarakat, pasalnya Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) kesehatan tersebut sedang hangat diberitakan tentang temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP yang dikonfirmasi antaran melalui sambungan telepon genggam membenarkan kekosongan jabatan kepala dinas Kesehatan sudah diisi.

Kadinkes Aceh Selatan, Fakhrijal yang mengundurkan diri dari jabatan. ANTARAN/Dokumentasi.

“Benar bang, saudara Fakhrijal mengajukan permohonan tugas belajar jenjang Strata Tiga (S-3) di Jakarta. Artinya bukan mengundurkan diri. Kekosongan jabatan yang ditinggalkan harus diisi. Jadi, tidak ada masalah apapun yang terjadi, ini murni keinginan pribadi yang bersangkutan,” ujar Cut Syazalisma, Rabu (3/7/2024) tadi malam.

Atas permohonan itu, pihak BPKSDM Aceh Selatan mengajukan usulan tugas belajar saudara Fakhrijal serta meminta Pertimbangan Teknis ke BKN. Alhamdulillah dikabulkan melalui surat resmi, sesuai prosedural yang berlaku.

Cut Syazalisma menjelaskan, terkait Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI tentang beberapa item, itu menjadi tanggung jawab masing-masing pihak yang bersangkutan untuk diselesaikan atau dikembalikan ke kas daerah.

Menurut Pj bupati, dasar permohonan tugas belajar Fakhrijal dan Pertimbangan Teknis BKN, pemerintah daerah sudah mengeluarkan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) untuk mengisi kekosongan dengan menugaskan Staf Ahli saudara H. Yuhelmi, SH., MH sebagai PLT Kepala Dinas Kesehatan.

“Sebagai pimpinan di masa transisi, kami tidak boleh melarang atau menghambat keinginan ASN untuk melanjutkan pendidikan sesuai Pertimbangan Teknis BKN demi meningkatkan SDM asalkan tidak bertentangan dengan aturan dan Perundang-undangan,” pungkas Cut Syazalisma. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.