GEMABDYA Gelar Silaturahmi Lintas Generasi

Gemabdya menggelar acara silaturahmi lintas generasi di Wakop Sawah Lebar, Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Sabtu (01/04/2023). ANTARAN / SYAMSURIZAL
Bagikan:

“Jika dulu masih di usia muda dan prima, sekarang tentu suasananya sudah jauh berbeda, karena usia dan kehidupan masing-masing. Namun nilai historis pasca sama-sama aktif di Gemabdya masih terasa hingga saat ini,” ucapnya.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Generasi Muda Aceh Barat Daya (Gemabdya) menggelar kegiatan silaturahmi lintas generasi di Wakop Sawah Lebar, Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (01/04/2023).

Gemabdya yang lahir pada 1998 ini merupakan panitia pelaksana lokakarya dalam mendukung upaya pembentukan kabupaten daerah tingkat ll Aceh Barat Daya pada tanggal 1 dan 2 Mei tahun 1999 di Blangpidie dengan tema lokarya profil dan potensi Wilayah Pembantu Bupati Blangpdie menuju pembentukan daerah tingkat dua Abdya.

Pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Gemabdya saat itu punya peran penting dalam lahirnya Kabupaten Aceh Barat Daya dan dibentuk murni untuk membantu lahirnya Pemekaran Abdya dari Aceh Selatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Osha Yurahman. S., SKM yang juga Kepala Desa (Kades) Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya bercerita sedikit banyak tentang kilas balik peran Gemabdya 25 tahun lalu sebelum kabupaten berjuluk Breuh Sigupai lahir.

Dari cerita yang didengarnya dari para generasi Gemabdya 1998. Pemuda Gemabdya punya peran penting saat itu, salah satu perannya yakni menggali pontensi-potensi wilayah Abdya agar memenuhi syarat untuk mekar.

Potensi-potensi inilah kemudian di paparkan dalam lokarya oleh tokoh-tokoh Abdya di pusat hingga lahirlah rekomendasi untuk berdirinya Kabupaten Abdya pada tanggal 11 Maret 2002 lalu.

“Dalam lokakarya itulah Gamabdya mengkaji semua pontensi-potensi Abdya sehingga memenuhi syarat untuk mekar,” kata Osha Yurahman. S., SKM mengulang cerita yang didengarnya.

Gemabdya menggelar acara silaturahmi lintas generasi di Wakop Sawah Lebar, Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Sabtu (01/04/2023). ANTARAN / SYAMSURIZAL

Diceritakannya, hasil rumusan lokakarya bertema profil dan potensi wilyah pembantu Bupati Blangpidie menuju pembentukan daerah tingkat ll Aceh Barat Daya yang dilaksanakan sejak, Sabtu sampai Minggu 1 dan 2 Mei 1999 di Kota Blangpidie ini dihadiri oleh Asisten Tata Praja Setwilda Provinsi Daerah Istimewa Aceh (mewakili Gubernur), Pembantu Gubernur Aceh Wilayah Ill.

Baca Juga:  Armansyah Berharap Panitia Pemilihan Reje Kampung Mampu Bersikap Netral

Kemudian ikut juga dihadiri Asisten III Sotwilda Tingkat II Aceh Selatan (mewakili Bupati Kepala Daerah Tingkat II Aceh Selatan), Pimpinan DPRD Tingkat II Aceh Selatan, Unsur Muspida Daerah Tingkat II Aceh Selatan, Pembantu Bupati Wilayah Blangpidie, Kepala Dinas, Instansi dan Lembaga Tingkat II Aceh Selatan.

Selain itu juga hadir Muspika dalam Wilayah Pembantu Bupati Blangpidie, Para Pakar dari Unsyiah, Tokoh-tokoh masyarakat Aceh Selatan di Banda Aceh, Alim Ulama, Cerdik pandai, Kepala-kepala Mukim dan Kepala- kepala Desa serta seluruh komponen masyarakat dalam Wilayah Pembantu Bupati Blangpidie, yang secara keseluruhan dihadiri oleh 976 peserta.

Tambahnya, lokakarya ini dimaksudkan untuk :
1. Menghimpun berbagai masukan dan pandangan-pandangan dari berbagai komponen masyarakat sebagai mana tersebut di atas dalam rangka rencana peningkatan Status Wilayahı Pembantu Bupati Blangpidie menjadi Daerah Tingkat II Aceh Barat Daya.

2. Mengadakan pembahasan dan pengkajian tentang potensi yang dimiliki oleh Wilayahı Pembantu Bupati Blangpidie sehingga memenuhi persyaratan untuk peningkatan Status menjadi Daerah Tingkat II.

3. Hasil Lokakarya ini untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Kepala Daerah dan DPRD Propinsi Daerah Istimewa Aceh, Untuk menjadi balian masukan dan pertimbangan guna dukungan dan rekomendasi yang selanjutnya diusulkan kepada pemerintahan pusat c/q. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Selanjutnya, dalam rangka mencapai tujuan tersebut, dalam lokakarya ini telah disajikan dan dibahas secara mendalam Topik-topik sebagai berikut:

1. Aspek Hukum Pemerintahan dan Ketatanegaraan, disampaikan oleh Prof. DR. H. M. Hakim Nyakpha, SH. DEA dan Drs. Nasrullah Jakfar, MA.

2. Pendapatan Asli Daerah dalam Transisi, disampaikan oleh DR. Mas’ud D. Hiliry, SE. MA dan DR. Nazamudin, SE. MA.

Baca Juga:  Jelang Tahapan Kampanye Pilkada, Polres Aceh Singkil Gelar Razia

3. Potensi dan Prospek Pertanian di Aceh selatan Bagian Utara, disampaikan oleh Ir. Kaharuddin, Ir. Silman Haridhi, MSi dan Ir. Zuardi

4. Potensi Kontribusi Sektor Jasa Terhadap Pendapatan Asli Daerah Wilayah Pembantu Bupati Blangpidie, disampaikan oleh 11. Musfiari Haridhi, SI MBA dan Ir. H. Zardan Araby Almad.

Gemabdya menggelar acara silaturahmi lintas generasi di Wakop Sawah Lebar, Jalan Iskandar Muda, Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Sabtu (01/04/2023). ANTARAN / SYAMSURIZAL

Lanjutnya, hasil lokakarya itu melahikan beberapa poin yakni.

1. Peningkatan Status Wilayah Pesan Hati medicali Tunda adalah perpendek resting kendali, mendeletion jarak deyarakat yang mulakan pelayanan secara cepat dan tepat, seningkatkan efisiena perencanaan pelaku da pengawasm pembangun dalam mengoptimalkan pembon commu masyarakat, hal sangat didikung oleh Undang-undang otonomi daerah dan ketentuan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.

2. Peningkatan Wilayah Pembants Bupati Blangpidic tetap memperhatikan syarat-syarat kunan ekonomi, jumlah poodud, his wilayah, perta dan keaman, probinam stabilan politik dan kesatinn Hang dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang ayata, dinamis, serasi dan bertangga jawab.

3. Peningkatan sumberdaya manusia baik melalui pendidika mapun melalui pendidikan agam akan mempercepat tumbuh dan berkembangnya wawasan wyarakat dalam menerima pembaharuan dalam segala bidang

4. Sumberdaya masi yang berkualitas mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk peroleh kesempatan kesempatan dalam pelaku sto daerah.

5. Manyarakat di Wilayah Blangpidie yang heterogen mempunyai satu pandangan yang sama dan padu dalam meningkatkan pembengunan di segala bidang serta perwujudan peningkatan status Wilayah Blangpidie menjadi Kabupaten Darah Tingkat lI .

6. Potensi berdaya alam yang sedemikian rupa bila diolah dengan baik merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang akan mendukung terwujudnya kabupaten tingkat ll Aceh Barat Daya.

7. Berdasarkan potensi keuangan daerah yang didukung oleh potensi keuangan maka wilayah Blangpide mempunyai kemampuan ekonomi dibidang keuangan.

8. Peningkatan Pendapatan asli daerah merupakan salah satu siklus dari kegiatan ekonomi, bila kegiatan ekonomi masyarakat meningkat maka tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat pula maka akan mempengaruhi peningkatan pendapatan asli

Baca Juga:  Pemerintah Desa Sambay Bersama Warga Tani Gelar Kenduri Blang

9. Potensi Ekonomi dan Sumberdaya alam yang sedemikian, jika dilakukan upaya intesifikasi, eksternifikasi maupun difersifikasi dalam pemungutan retribusi dan pajak, makab wilayah Blangpidie akan mampu membiayai pengeluaran pembangunanya atau investasi pembangunan pemerintah di berbagai sektor.

10. Terpisahnya Wilayah Kerja Pembantu Bupati Aceh Selatan Wilayah Blangpidie, secara relatif tidak akan menyebabkan kemampuan penerimaan daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Selatan untuk membiayai pengeluaran rutinnya secara drastis.

11. Perlu segera Tim Peningkatan Status Wilayah Pembantu Bapati Blangpidie, baik tingkat I maupun tingkat II untuk menghimpun dan mempersiapkan data-data yang akurat dan mutakhir untuk disusun dalam kompilasi data dan analisa guna diajukan usul peningkatan status wilayah Pembantu Bupati Blungpidie kepada pemerintah pusat c/q Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dalam waktu yang tidak begitu lama.

“Jadi rumusan ini ditanda tangani oleh ketua tim perumus termasuk ketua,” ucapnya.

Dia berkata, silaturahmi dan buka puasa bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kembali komunikasi yang sudah terputus sejak lama.

“Sudah 25 tahun kita tidak pernah duduk bersama seperti dulu dengan berbagai aktivitas masing-masing dan ini menjadi momen yang menggembirakan pasca sejak lama berpisah.

Jika dulu masih di usia muda dan prima, sekarang tentu suasananya sudah jauh berbeda, karena usia dan kehidupan masing-masing. Namun nilai historis pasca sama-sama aktif di Gemabdya masih terasa hingga saat ini,” ucapnya.

Tambhanya, kegiatan ini terselenggara dari inisiatif kami pemuda generasi sekrang, gunanya untuk mengumpulkan kembali generasi muda 1998 dulu yang tergabung dalam Gemabdya.

“Tidak bisa dipungkiri generasi sekarang buta dengan historis sejarah, tentang lika-liku berdirinya Abdya dan insyaallah, akan berusaha mengimpulkan seluruh orang tua dari 1960 hingga 1999 yang pernah andil dalam lahirnya kabupaten berjuluk Bereuh Sigupai ini,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.