Gemapkos Gagas Pemilu Syariah di Subulussalam

USTAZ Muhammad Fahmi Iskandar, S.PdI, Ketua Gemapkos memaparkan latar belakang berdiri dan program Gemapkos. ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Jangan sampai dipolitisir, kegiatan Gemapkos ajang keberpihakan atau menjagokan sosok tertentu,” tegas Qaharuddin.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM –¬† Gerakan Masyarakat Peduli Kota Subulussalam (Gemapkos) gagas Pemilu Syariah dalam setiap level di Kota Subulussalam.

Gagasan itu disampaikan melalui silaturahmi antar puluhan ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kota Subulussalam serta Sosialisasi Pemilu Syariah di aula Ponpes/Dayah Hidayatullah, Kota Subulussalam, Minggu (12/11/2023).

Membuka sosialisasi, Pimpinan Dayah Hidayatullah H. Qaharuddin Kombih, M.Ag dalam sambutannya mengatakan, agenda pembahasan Gemapkos agar Pemilu di semua level di daerah ini berjalan sesuai syariah.

Baca Juga:  Komunitas Solong Meja 87 Peringati Maulid Nabi

“Praktek riswah, sogok-menyogok hukumnya haram harus difahami masyarakat,” tandasnya, berharap gagasan ini didukung semua elemen masyarakat.

Apresiasi inisiasi Ketua Gemapkos, Fahmi Iskandar, S.PdI yang populer sebutan Ustaz Bro menggelar acara di sana, Buya Qaharuddin ingatkan peserta sosialisasi proaktif dalam menyosialisasikan Pemilu Syariah.

Mencontohkan praktik riswah, disebut memberi sesuatu kepada seseorang agar mendapatkan jabatan atau imbalan tertentu, yang boleh jadi jabatan itu bukan hak yang mengharap imbalan.

Baca Juga:  Pj Bupati Gayo Lues Sampaikan LPJ Triwulan III

Pembina Gemapkos, Qaharuddin pastikan sejumlah forum pertemuan yang telah dan akan dilaksanakan tidak boleh yang terkait dengan isu jago-menjagokan seseorang pada Pemilu, tetapi harus konsisten dan komit dalam bingkai Pemilu Syariah tanpa ada kepentingan lain, terlebih yang menyimpang dari prinsif independen.

“Jangan sampai dipolitisir, kegiatan Gemapkos ajang keberpihakan atau menjagokan sosok tertentu,” tegas Qaharuddin.

Ketua Ustaz M. Fahmi melaporkan visi Gemapkos, Kota Subulussalam maju, damai, sejahtera dan selamat dalam bingkai Islam melakukan beberapa langkah, seperti Pemilu dan Pilkada Syariah.

Baca Juga:  Dua Unit Rumah Warga di Simeulue Hangus Terbakar¬†

Lalu mendorong putra-putri terbaik untuk duduk di lembaga legislatif, eksekutif dan jabatan lain, tercipta birokrasi pemerintahan bersih, disiplin, transparan, melayani, humanis dan Islami, kemajuan bidang pendidikan, peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat serta mengupayakan peningkatan nilai-nilai religius melalui dakwah bidang aqidah, akhlak, ibadah dan muamalah.

Alasan Pemilu harus bersyariah menurut Fahmi, karena pemilihan berdasarkan kepentingan umat, mewujudkan Pemilu bernuansa Islami, sarana untuk mengubah kemungkaran yang bersifat global dan politik yang bersih dan amanah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.