Gubernur Usulkan Tiga Nama Pj Bupati Abdya, Tak Ada Nama Putra Daerah

Teuku Asnal Zahri, Jamaludin dan Darmansyah. IST
Bagikan:

Jurnalis: Muhammad

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dikabarkan telah mengusulkan tiga nama untuk Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Menurut informasi, ketiga nama yang diusulkan beberapa waktu lalu itu, tidak ada satu pun nama putra daerah.

Ada pun ketiga nama yang diusulkan tersebut meliputi, Teuku Asnal Zahri S.STP M.Si, yang sekarang menduduki posisi sebagai Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPJB) atau ULP Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Aceh, Jamaludin yang kini sebagai Kepala Inspektorat Aceh, dan Darmansyah sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA).

Demikian bocoran yang diperoleh antarannews.com, Senin (27/06/2022), dari lingkaran orang dekat Pemerintah Aceh. Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah maupun Sekdaprov Aceh, Taqwallah.

Bahkan, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang coba dihubungi antarannews.com, Senin (27/06/2022) malam via telpon selulernya belum berhasil. Pasalnya, nomor tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Baca Juga:  Brigjen Pol Syamsul Bahri Dinilai Tepat Isi Kursi Wakapolda Aceh, Ini Kata Ketua DPP-FJA

“Berdasarkan info yang kami peroleh tiga nama itu yang diusulkan Gubernur untuk Pj Bupati Aceh Barat Daya. Apakah ada terjadi perubahan atau tidak belakangan ini, kami tidak tahu,” ungkap sumber yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Bila benar tiga nama tersebut yang diusullkan Gubernur untuk Pj Bupati Abdya untuk menggantikan Akmal Ibrahim SH yang akan berakhir masa jabatannya pada 14 Agusutus 2022 mendatang. Maka dapat dipastikan tidak ada satu pun putra daerah yang diusulkan ke Mendagri.

Teuku Asnal Zahri sendiri merupakan putra kelahiran Aceh Utara, sedangkan Jamaluddin adalah putra kelahiran Pidie. Kedua orang ini, belum pernah bertugas di Abdya.

Sedangkan, Darmansyah merupakan putra kelahiran Gampong Ujong Kareng, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan.

Nama terakhir ini, setidaknya lebih mengenal tentang Abdya. Karena sebelum pemekaran pada tahun 2002, Abdya merupakan bagian dari Aceh Selatan.

“Kalau Darmasyah ditunjuk sebagai Pj Bupati Abdya tidak begitu berat lagi dia mengenal wilayah ini, karena dia memang dekat dengan Abdya.

Baca Juga:  Pj Bupati Abdya Tunjuk Aris Fahzeriandy Sebagai Plt Direktur RSU-TP

Sebab dia sering menghabiskan waktu di Blangpidie bila pulang dari Banda Aceh,” kata, Imran seorang warga Blangpidie kepada antarannews.com, Senin (27/06/2022) siang.

Suprijal Yusuf yang dimintai tanggapannya tentang bocoran tiga nama Pj Bupati Abdya yang diusulkann tersebut, mengaku secara prinsip tidak masalah.

“Karena kita memang tidak punya kapastitas untuk menolak atau menerima Pj Bupati yang akan ditunjuk oleh Mendagri,” kata Suprijal Yusuf yang juga salah seorang tokoh pemekaran Abdya.

Sebab, lanjutnya, soal Pj Bupati ini merupakan kewenangan penuh Mendagri yang menentukannya. Dengan melakukan pertimbangan atas nama-nama yang diusul Gubernur.

“Kalau informasi ini benar. Yang kita sayangkan kenapa tidak ada satu nama pun putra daerah yang diusulkan oleh Gubernur. Padahal daerah kita punya banyak putra daerah yang memenuhi syarat dan mampu menjadi Pj Bupati,” ujarnya.

Baca Juga:  Kesadaran Masyarakat Abdya Dalam Berlalulintas Mulai Membaik

Menurut Suprijal Yusuf, masyarakat Abdya sangat terbuka dengan orang pendatang. Buktinya, ketika awal daerah ini berdiri setelah lepas dari Aceh Selatan, Pj Bupatinya adalah Baharuddin.

“Pak Baha –sapaan akrab Baharuddin- – bukan putra daerah. Dia adalah putra kelahiran Kluet Utara, Aceh Selatan. Tapi tidak masalah, dan nyaris tak ada gejolak.

Bagi saya siapa pun yang akan menjadi Pj Bupati Abdya nanti harus mampu memajukan daerah ini nantinya,” harap Suprijal Yusuf.

Namun, sebaliknya bila berkinerja buruk dan banyak melakukann intrik maka diminta dengan kesadaran sendiri Pj Bupati tersebut harus segera berhenti.

“Bila tidak kami siap untuk melakukan upaya pendongkelan. Karena saya ingin Abdya itu lebih maju lagi kedepannya.

Karena Abdya ini lahir penuh dengan perjuangan panjang dan taruhan nyawa kala itu yang dilakukan para sesepuh kami,” pungkas Suprijal Yusuf putra Krueng Batee, Kuala Batee, yang juga mantan Wakil Ketua DPD I Golkar Aceh ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.