Harga Daging Meugang Puasa di Abdya Rp 200 Ribu/Kg

Salah satu lapak daging di Kabupaten Abdya dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Senin (20/03/2023). ANTARAN / RIZAL
Bagikan:

“Ini tradisi yang sudah turun-temurun diikuti oleh masyarakat Aceh pada umumnya termasuk di Abdya yang sangat kental dengan budayanya. Jadi harga daging itu tak jadi masalah lagi,” kata Juli warga yang sedang membeli daging di Pasar Blangpidie.

Jurnalis : Rizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Harga daging kerbau yang baru dipotong dalam tradisi perayaan Meugang menyambut Bulan Suci Ramadhan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyentuh angka Rp 200 Ribu/Kg.

Melejitnya nilai daging meugang itu, bukanlah hal tabu di Kabupaten Abdya. Pasalnya, pada perayaan meugang-meugang sebelumnya harga daging kerbau segar juga berada di level termahal di Aceh bahkan mungkin skala Nasional.

Meski Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat sudah menetapkan hari meugang jatuh pada Selasa (21/03/2023) besok, namun hari ini, Senin (20/03/2023) sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi, harga daging sudah berkisar hingga Rp 200 ribu/Kg.

Baca Juga:  Anggota DPRK Abdya dari PAN Bantu Korban Banjir di Babahrot

Mahalnya harga daging itu tidak menjadi hambatan ataupun persoalan bagi masyarakat setempat. Sebab tradisi meugang, hanya diperingati tiga kali dalam setahun yakni pada saat menyambut bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Ini tradisi yang sudah turun-temurun diikuti oleh masyarakat Aceh pada umumnya termasuk di Abdya yang sangat kental dengan budayanya. Jadi harga daging itu tak jadi masalah lagi,” kata Juli warga yang sedang membeli daging di Pasar Blangpidie.

Meski ada pedagang yang menyembelih hewan meugang baik kerbau atau sapi pada Kamis esok, namun harga tersebut masih tetap sama dengan hari ini yakni berkisar antara Rp.190 ribu-Rp.200 ribu.

Baca Juga:  Warga Terseret Banjir Bandang Agara Ditemukan Meninggal Dunia

“Harga ini bukanlah keinginan kami tapi akibat tingginya nilai beli satu ekor kerbau yang mencapai belasan juta bahkan diatas 20 juta,” kata Junaidi salah satu pedagang daging kerbau dadakan di Nasional, Blangpidie kabupaten setempat.

Akan tetapi harga daging itu seiring berjalannya waktu juga akan berangsur turun hingga Rp 150 ribu/Kg, bahkan 100 ribu, kalau sudah menjelang siang apalagi sore.

“Daging ini kalau masih baru dipotong ya mahal sebab masih sangat segar. Kecuali udah menjelang siang baru mulai turun sedikit,” tutur Yasir pedagang lainnya di Pasar Tanjung Bunga, Tangan-Tangan.

Pelaksanaan tradisi meugang kali ini sama dengan pada tahun kemaren. Dimana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya kembali mengeluarkan himbauan agar tetap menjaga kebersihan dan cek kesehatan ternak serta tidak menciptakan kemacetan di jalan raya.

Baca Juga:  Hari Jadi Aceh Selatan ke 77, Masyarakat Antusias Kunjungi Stand UMKM

Transaksi jual daging meugang di Abdya sejak dahulunya kerap membuat lapak di tempat tertentu seperti lapangan bahkan pantai yang luas hingga warga berbondong-bondong untuk membeli daging sebagai bentuk rasa syukur menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Pada saat itu, bantaran pantai Krueng Beukah, Blangpidie menjadi lokasi paling diburu ribuan warga untuk mendapatkan daging segar. Begitu juga dengan pinggir Lapangan Bola Kaki Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng sudah menjadi tradisi pada saat meugang dikerumuni warga hingga membuat arus lalulintas macet.

Data yang diterima wartawan dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, bahwa ada sekitar 192 ekor kerbau jantan, 26 ekor kerbau betina dan 88 ekor Sapi akan dipotong pada pasar daging yang tersebar dalam Kabupaten Abdya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.