Harga Gabah Terus Bergerak Naik, Tembus Segini Harganya Sekarang

Salah satu petani saat menunggui jemuran padi hasil panennya. Foto/MPI/Inin Nastain
Bagikan:

“Gabah kita ini rata-rata dikirim ke Medan, Sumatera Utara dan Pidie dan Bireuen,” kata M Nasir. 

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARAN|BLANGPIDIE – Harga gabah kering panen di Aceh Barat Daya (Abdya) dalam sebulan terakhir terus merangkak naik. Bahkan, saat ini sudah mencapai pada kisaran Rp 5.800/kg hingga Rp 6.000/kg di tingkat petani.

Kenaikan harga gabah yang mencapai rata-rata Rp 600/kg – Rp 800/kg, mulai terhitung dalam sebulan terakhir, karena sebelumnya harga gabah masih berada pada kisaran Rp 5.200/kg.

Baca Juga:  Redam Inflasi Harga Harga Sembako, Alhudri Gelar Pasar Murah di 11 Kecamatan

Penyebab kenaikan harga makanan pokok di wilayah tersebut, karena permintaan pasar yang cukup tinggi, terutama dari Sumatera Utara.

“Gabah kita ini rata-rata dikirim ke Medan, Sumatera Utara dan Pidie dan Bireuen,” kata M Nasir seorang pedagang padi di Kuala Batee kepada antaran, Rabu (26/07/2023) siang tadi.

Menurut Nasir, kalau berpatokan pada harga jual beras lokal yang saat ini masih berada pada kisaran Rp 11.050/kg atau Rp 160.000/zak (isi 15 kg), dengan harga gabah yang sudah cukup tinggi ini tidak sesuai lagi.

Baca Juga:  Dr Nurdin : Jagung Salah Satu Potensi Peningkatan Ekonomi Masyarakat

“Maka kami pedagang beras lokal saat ini terpaksa menghentikan produksi dan lebih cenderung menjual gabah kepada pada pedagang luar,” jelasnya.

Sebab, lanjut M Nasir, dengan harga gabah Rp 6.000 per kilogram, baru layak harga jual beras lokal pada kisaran Rp 15.000 per kilogram, kalau dibawah itu kita akan merugi.

Membaiknya harga gabah ini, disambut gembira petani setempat. Mereka berharap harga tersebut terus bertahan pada saat panen berikutnya nanti.

Baca Juga:  Tanam Ganja di Kebun, Warga Blang Rakal ditangkap Satreskoba Polres Bener Meriah

“Kami sangat bersyukur dengan terus membaiknya harga gabah pada panen kali ini yang sudah mencapai Rp 6.000 per kilogram” kata Hamdi.

Karena bila harga gabah berada di bawah Rp 5.500/kg, ungkap Jauhari petani lainnya, maka membuat petani tidak mengalami keuntungan hanya kembali modal saja. Karena saat ini hampir semua biaya produksi mengalami kenaikan seperti, pupuk, ongkos bajak, pertisida, dan benih padi sudah sangat mahal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.