Harga Kopi di Bener Meriah Masih Stabil

Kopi merah ( gelondong ) di Kebun Kopi milik Sakdiah, warga Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. ANTARAN / Aman Ipak
Bagikan:

“Alhamdulillah. Harga belum berubah walau musim penghujan tiba. Bahkan ada beberapa toke kopi yang membeli lebih dari Rp 16.000 per bambu,” kata Sakdiah.

Jurnalis : Aman Ipak

ANTARAN|REDELONG – Harga kopi merah (kopi gelondong) di Bener Meriah masih stabil. Hari ini, Selasa (03/10/2023) kopi gelondong dijual petani Rp 16.000 per bambu.

Seorang petani kopi asal Kampung Blang Tampu, Bener Meriah, Sakdiah, mengatakan harga tersebut sudah bertahan beberapa bulan. Bahkan belum berubah sampai musim penghujan tiba september lalu.

Baca Juga:  Pj Bupati : Kabupaten Abdya Bukan Daerah Inflasi

“Alhamdulillah. Harga belum berubah walau musim penghujan tiba. Bahkan ada beberapa toke kopi yang membeli lebih dari Rp.16.000 per bambu,” kata Sakdiah pada AntaranNews.com, Selasa (03/10/2023) pagi.

Hal tersebut kata Sakdiah, merupakan berkah bagi petani kopi Gayo yang mulai memasuki masa panen raya pada pertengahan oktober mendatang.

Menurutnya harga kopi biasanya turun saat musim penghujan tiba. Hal tersebut disebabkan sulitnya mengeringkan kopi merah menjadi green bean atau terputusnya akses transportasi oleh banjir dan longsor saat mengangkut kopi ke Sumatera Utara.

Baca Juga:  Mahasiswa Desak Presiden Tidak Perpanjang Pj Gubernur Aceh

Sakdiah berharap harga kopi stabil, karena inflasi cukup membuat kesulitan para petani seperti dirinya. Apalagi harga beras semakin meroket.

“Harapan kami petani kopi semoga harga tidak turun. Panen raya moment yang ditunggu lama oleh petani. Jika harga turun, tentu banyak petani yang kecewa,” tutup Sakdiah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.