Harga Pala di Aceh Selatan Naik, Ini Harganya

Harga pala basah di Aceh Selatan, mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir, dari harga Rp 18.000/g – Rp 19.000/kg naikmenjadi Rp 20.000/kg hingga Rp 22.000/kg. ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Sampai saat ini hama pala belum teratasi, kami sangat menyayangkan pemerintah terkesan tidak peduli dengan nasib petani pala ini,” kata Sudirman salah seorang warga Aceh Selatan.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Harga pala basah di Aceh Selatan, mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir, dari harga Rp 18.000/g – Rp 19.000/kg naik menjadi Rp 20.000/kg hingga Rp 22.000/kg.

Membaiknya harga pala basah tersebut, menyusul tejadi kenaikan harga minyak pala dipasaran dari Rp 650.000/kg naik menjadi kisaran Rp 680.000/kg hingga Rp 700.000/kg.

Baca Juga:  Pasi Pers Kodim 0107/Asel Pimpin Upacara Bendera di MTSN 3 Aceh Selatan

Zulkifli Yacob seorang pedagang pala pengumpul di Sawang kepada antarannews.com, Selasa (21/6/2022) siang mengakatan, harga pala basah sebulan lalu sempat melemah pada kisaran Rp 18.000/kg hingga Rp 19.000/kg.

Namun, harga tersebut kembali membaik naik menjadi Rp 20.000/kg hingga Rp 22.000/kg.

Kenaikan harga pala basah di tingkat petani belakangan ini, ungkapnya, karena pengaruh membaiknya harga pasaran minyak yang mengalami kenaikan dari Rp 650.000/kg naik menjadi Rp 680.000/kg hingga Rp 700.000/kg.

Baca Juga:  Razia Pedagang di Aceh Singkil, Polisi Sita dan Musnahkan Ratusan Petasan

Dengan membaiknya harga pala ini membuat para petani kembali bergairah. “Para petani disaat harga turun memang membuat mereka agak lesu.

Namun, belakangan ini mereka kembali bergairah merawat kebunnya,” kata Zulkifli pedagang muda ini.

Meksipun, harga pala mulai membaik, namun produksi pala tidak sehebat era 90-an yang mencapai seratusan ton setiap hari. Kini pala di Aceh Serlatan hanya mnampu berproduksi sekita satu ton perhari.

Kondisi ini, karena ribuan hektar tanaman pala memauski tahun 2000 banyak yang mati, akibat terserang hama jamur akar putih dan penggerek batang.

Baca Juga:  Warga Tripe Jaya Temukan Mayat Bayi Hanyut di Sungai

Bahkan, sampai sejauh ini hama belum teratasi. Karena kebanyakan taman pala yang sudah ditanam lagi, kembali mati terserang hama tersebut.

Sementara, pemerintah sampai sejuah ini belum serius mengatasi hama yang menyerang tanaman primadona masyarakat Aceh Selatan itu.

“Sampai saat ini hama pala belum teratasi, kami sangat menyayangkan pemerintah terkesan tidak peduli dengan nasib petani pala ini,” kata Sudirman salah seorang warga Aceh Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.