Harga Pinang di Aceh Selatan Terpuruk, Pala Merangkak Naik

Kondisi biji Pinang yang disimpan agen pengumpul di Labuhanhaji. Foto: ANTARAN/dokumentasi.
Bagikan:

“Akibat harga pinang anjlok perekonomian masyarakat ikut terpuruk. Harga komuditi pala mengalami kenaikan, namun produsennya merosot serta tidak semua petani memiliki tanaman unggulan tersebut,” ujar Zulkarnaini.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Selama beberapa bulan terakhir atau kurun waktu tahun 2023, harga pinang terus mengalami penurunan hingga terpuruk Rp 3.000-Rp 4.000 per kilogram. Beruntung minyak Pala merangkak naik dan bertahan hingga menggembirakan hati petani.

Informasi dihimpun dari sejumlah pedangan biji Pinang, dalam beberapa hari ini sudah mulai membatasi pembelian lantaran stok yang dimiliki sudah penuh gudang. Sementara di level distributor dan eksportir agak terlihat pembatasan pembelian akibat orderan terbatas.

Baca Juga:  Dua ASN Dari Provinsi dan Satu Kota Subulussalam Diusulkan Menjadi Pj Walikota

“Harga pinang saat ini dibeli agen pengumpul bervariasi Rp 3.000 sampai Rp Rp 4.000 per kg. Kalau saya sedang istirahat membeli karena sudah banyak stok di gudang,” ujar Zulkarnaini pedangan pinang Labuhanhaji kepada antaran, Kamis (13/4/2023).

Menurut Zulkarnaini, harga pembelian di tingkat agen kecil lebih rendah, yakni kisaran Rp 3.000 per kg. Itupun masih jarang-jarang penggalas (pedagang) pinang masuk gampong-gampong, tidak seperti sebelum-sebelumnya.

“Akibat harga pinang anjlok perekonomian masyarakat ikut terpuruk. Harga komuditi pala memang mengalami kenaikan, namun produsennya merosot serta tidak semua petani memiliki tanaman unggulan tersebut,” kata Zulkarnaini.

Kondisi harga biji pinang berbanding jauh dengan buah, kuli dan minyak pala malah terjadi kenaikan. Pada Januari-Februari 2023 lalu minyak pala bertengger Rp 750.000 per kg. Sekarang merangkak naik menjadi Rp 820.000 per kg di pusaran agen lokal.

Baca Juga:  Saat Hadiri Rapat Paripurna, Ini Kata Pj Bupati Nagan Raya

“Alhamdulillah harga minyak pala berangsur-angsur naik sejak dua bulan ini. Sebelumnya Rp 750.000 per kg, sekarang meningkat menjadi Rp 820.000 per kg nyaris tembus Rp 1 juta,” papar Muhibuddin pegadang pengumpul buah dan minyak pala di Kecamatan Sawang.

Lebih detail ia menyampaikan harga-harga komuditi pala secara rinci. Diantaranya, pala mentah ditampung agen pengumpul Rp 25.000-Rp26.000 per kg atau setara Rp 34.000 dengan takaran bambu.

Baca Juga:  YARA Surati Kejari Abdya, Minta Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan Negara

Kemudian biji pala kering jenis A (hitam tua) senilai Rp 52.000 per kg, biji BC di lego Rp 65.000 per kg dan Bunga (Fuli) bersih dibandrol seharga Rp 210.000 per kg.

Seiring harga minyak pala merangkak naik di pasaran, nasib beda dialami minyak Nilam (atsiri) yang terjadi penurunan dari harga sebelumnya.

“Dua bulan lalu harga minyak nilam masih bertahan lebih kurang Rp 600.000 per kg di tingkat penampungan lokal. Sekarang perlahan-lahan turun ke level bawah, lebih kurang Rp 530.000 per kg. Biasanya, harga minyak nilam perubahan harga dalam waktu yang cepat. Iya, saat ini sedang terjungkal,” pungkas Muhibuddin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.