Harga Sawit Anjlok Dibawah Rp 2.000/Kg, Pabrik Mulai Hentikan Penampungan TBS

Salah satu Ram Kelapa Sawit di Gampong Sineubok Punto, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Foto IST
Bagikan:

“Penurunan harga ini menyusul harga beli di PKS yang juga turun sejak sepekan terakhir. Yang jelasnya pasca pengumuman larangan eskpor CPO oleh presidien sepekan lalu, langsung harga TBS turun setiap harinya mencapai Rp 300/kg. Kami pegagang ikut terkena imbas juga,karena harga tiba-tiba turun,” kata Yusran alias Adek, salah seorang pedagang penampung TBS di Gampong Pantee Cermin, Kecamatan Babahrot, Abdya.

ANTARANNEWS.COM, BLANGPIDIE – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dalam sepekan terkahir terjadi di Aceh Barat Daya (Abdya), Nagan Raya, dan Aceh Selatan, mengalami penurunan yang cukup tajam mencapai Rp 1.000/Kg. Penurunan harga ini terkait pengumaman pemerintah yang melarang ekspor CPO dan minyak gorieng.

Sementara itu, sejumlah parbrik pengolah sawit (PKS) di wilayah tersebut mulai menghentikan penampungan TBS sejak, Rabu (27/4/2022) hari ini, karena menjelang hari raya Idul Fitri. Meskipun begitu, ada beberapa PKS yang sampai Jumat (29/4) masih terbuka untuk menampung TBS masyarakat. Diperkirakan, pabrik baru beroperasi kembali pada lima atau tujuh hari lebaran kedepan.

Baca Juga:  Pererat Hubungan Dengan Masyarakat, Kapolres Simeulue Gelar Jumat Curhat

Yusran alias Adek, salah seorang pedagang penampung TBS di Gampong Pantee Cermin, Kecamatan Babahrot, Abdya, yang dihubungi antarannews.com mengakaui, harga sawit ditingkat petani sejak sepekan terkahir anjlok menjcapai rata-rata Rp 1.000/kg, yaitu dari harga Rp 2.800/kg turun menjadi Rp 1.800/kg.

“Penurunan harga ini menyusul harga beli di PKS yang juga turun sejak sepekan terakhir. Yang jelasnya pasca pengumuman larangan eskpor CPO oleh presidien sepekan lalu, langsung harga TBS turun setiap harinya mencapai Rp 300/kg. Kami pegagang ikut terkena imbas juga,karena harga tiba-tiba turun,” katanya.

Dikatakan, beberapa PKS sudah mulai menghentikan pembelian TBS sejak, Rabu (27/4) tadi. Namun, ada beberapa PKS yang masih buka dan menampung pembelian TBS masyarakat sampai Jumat (29/4) yaitu, Pabrik KIM, dan SNRP di Darul Makmur, Nagan Raya, kemudian Pabrik SSN, dan GSS di Subulussalam. Penutapan ini karena menjelang libur lebaran. “Mungkin pada lima atau tujuh hari raya sudah buka lagi,” katanya.

Baca Juga:  Upaya Penurunan Stunting, Kodim 0107/Asel Salurkan Nutrisi Tambahan Dari Kasad

Sementara itu, Suprijal salah seorang tokoh masyarakat Barsela mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan harga sawit terus anjlok seperti ini. “Kalau terus dbiarkan seperti ini harga sawit jelas akan membuat petani mengalami kerugian besar. Karena harga pupuk saat ini cukup tinggi mencapai Rp 780.000/zak hingga Rp 800.000 jenis NPK noin subsidi. Dengan harga sekarang jelas tidak seimbang antara penghasilan dengan biaya perawatan kebun,” ujarnya.

Program pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng yang melambung tinggi saat ini, katanya, sangat didukung, tetapi tidak seharusnya membuat petani dirugikan. “Saya kira pemerintah harus secepatnya mencari formulasi yang tidak merugikan petani sawit, tetapi harga minyak goreng tetap stabil dikisaran Rp 14.000 perkilogram. Kalau tidak ini akan terus terjadi ketimpangan, dan petani yang terus menjadi korban. Sayang kan petani seperti ini terus. Karenba baru saja mereka menikmati harga sawit yang bagus,” keluh Suprijal.

Baca Juga:  Terkait Harga TBS di Singki Berbeda-beda,Tergantung Ketentuan Pabrik

Malah tiga tahun lalu,katanya, petani sawit banyak yang sudah menelantarkan kebunnya karena harga anjlok mencapai Rp 450/kg. Tetapi baru dalam setahun terakhir mereka menikamti harga, katanya, tiba-tiba anjlok lagi harga ditengah mahalnya harga pupuk dan obat-obatan pertanian lainnya. “Saya kira disini harus hadir tangan pemerintah membela petani, yang kebanyakan dari kalangan miskin,” pintanya.(sup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.