Harga Sawit di Abdya Sentuh Rp 2.000/Kg

Salah seorang anggota pembelian TBS atau buah kelapa sawit saat di muat ke dalam mobil pada hari Rabu (02/072023). ANTARAN / Ardiansyah
Bagikan:

“Dugaan kami treknya produksi sawit belakangan ini, karena pengaruh perubahan cuaca ekstrem. Maka membuat lambatnya terjadi proses pembungaan di tanaman kelapa sawit,” ungkap Nandar.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARAN|BLANGPIDIE – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Barat Daya (Abdya) , pada tingkat petani dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan dan saat ini sudah menyentuh pada kisaran Rp 1.980/Kg – Rp 2.000/kg.

Nandar salah seorang agen pengumpul TBS kelapa sawit di Abdya yang dihubungi AntaranNews.com, Sabtu (09/03/2024) menjelaskan, harga TBS yang terjadi kenaikan sejak sepekan terakhir dari Rp 1950/kg menjadi Rp 1.980/kg hingga Rp 2.000/kg masih tetap bertahan.

Baca Juga:  Kadisdikbud Aceh Selatan: Sekolah Tidak Menyertakan Atlet Ikut Seleksi O2SN 2024 Akan Dievaluasi

“Alhamdulillah sampai memasuki hari meugang harga sawit masih tetap bertahan dan belum ada gejala akan terjadi penurunan. Karena harga beli di dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Abdya belum ada informasi akan terjadi penurunan harga. Ya, kita agen tetap beli dengan harga tinggi,” katanya.

Diakui Nandar, produksi TBS dalam beberapa bulan terakhir di Abdya memang mengalami penurunan alias trek. Merosotnya produksi sawit belakangan ini tidak lepas dari pengaruh cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Material Longsor Dan Pohon Tumbang Lumpuhkan Arus Lalu Lintas Aceh - Sumut

“Dugaan kami treknya produksi sawit belakangan ini, karena pengaruh perubahan cuaca ekstrem. Maka membuat lambatnya terjadi proses pembungaan di tanaman kelapa sawit,” ungkap Nandar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AntaranNews.com, sejak berdirinya dua pabrik kelapa sawit (PKS) di Abdya yaitu, PT Mon Jambee yang berlokasi di Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot dan PT Samira yang berlokasi di Gampong Lama Muda, Kecamatan Kuala Batee, membuat petani sawit daerah setempat merasa lega, karena tidak ada lagi permainan harga sawit menjelang hari-hari besar.

Baca Juga:  Pj Camat Penanggalan Minta Kepala Kampong Fair Soal Pemilihan BPK

“Sejak berdirinya dua pabrik sawit milik pengusaha pribumi, harga sawit kami disini tidak terjadi lagi permainan. Biasanya tiba-tiba menjelang hari meugang atau hari raya harga sawit langsung anjlok. tapi sekarang tidak ada lagi.

Kami sangat mendukung dengan hadirnya pengusaha pribumi mendirikan pabrik disini. Pengusaha pribumi itu memiliki rasa peka terhadap nasib suku dan bangsanya. Pemerintah daerah kami minta perlu memberi dukungan penuh dan sekaligus memproteksi pengusaha pribumi yang menanam modalnya di Abdya,” pinta, Nasir seorang tokoh masyarakat Abdya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.