Harga Sawit Kembali Turun, Petani Abdya Minta Pemerintah Lakukan Pemantauan

harga sawit sampai kebun hari ini anjlok menjadi Rp 1.400/kg atau sudah mengalami penurunan mencapai Rp 1.600 /kg dari harga sebelumnya Rp 3,000/kg, Sabtu (15/05/2022). IST
Bagikan:

“Kami pedagang pemasok dapat dari pabrik, Selasa (31/5/2022) malam, harga pembelian mengalami penurunan rata-rata Rp 70/kg. Maka kita langsung memberi tahu pada agen pengumpul dilapangan bahwa harga sawit ada terjadi perubahan, dengan posisi turun,” jelas, Zaman Akli, pedagang pemasok sawit di Abdya.

ANTARANNEWS.COM,BLANGPIDIE – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Barat Daya (Abdya) yang sempat naik tiga hari lalu, pada kisaran Rp 1.600/kg Namun, sejak Rabu (1/6/2022) kembali terjadi penurunan sekitar rata-rata Rp 70/kg.

Pedagang pemasok sawit di Abdya, Zaman Akli kepada antarannews, Rabu (1/6/2022) mengakui, harga sawit ditingkat petani sejak Rabu pagi sudah mengalami penurunan rata-rata Rp 70/kg dari harga tiga hari lalu. Turunnya harga ini menyusul harga pembelian di pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) juga turun.

Baca Juga:  Harga Sawit Anjlok, Pedagang di Aceh Selatan Hentikan Pembelian

“Kami pedagang pemasok dapat dari pabrik, Selasa (31/5/2022) malam, harga pembelian mengalami penurunan rata-rata Rp 70/kg. Maka kita langsung memberi tahu pada agen pengumpul dilapangan bahwa harga sawit ada terjadi perubahan, dengan posisi turun,” jelasnya.

Maka pembelian harga sawit sejak, Rabu pagi sudah turun dari harga Rp 1.600/kg menjadi Rp 1.530/kg hingga Rp 1.550/kg. Fluktuasinya harga sawit ini, tidak hanya merugikan petani, para pedagang pengumpul dilapangan juga bakal mengalami kerugian.

Baca Juga:  Lomba Gerak Jalan HUT RI,  Polres Aceh Selatan Terjunkan Personel Lakukan Pengamanan

“Karena mereka biasanya sudah berjanji dengan pemilik kebun dengan harga sebelum turun. Mau tidak mau mereka harus bayar dengan harga lama. Konsekwensinya ya harus menanggung rugi,” kata Zaman Akli yang juga mantan Ketua DPRK Abdya ini.

Terjadi penurunan harga sawit ini, membuat para petani menjadi bingung. Karena dimana pemerinmtah sudah membuka kembali kran ekspor crude palm oil (CPO) sejak dua pekan lalu, persisnya, Senin (23/5/2022).

“Kalau dulu ada langan ekspor CPO dan turunannya. Kita memaklumi harga sawit turun. Tapi kran ekspor sudah dibuka lagi, kok harga sawit jadi turun. Ini jadi aneh,” ungkap Rizal salah seorang petani sawit di Kuala Batee.

Baca Juga:  Sahabat Kuliner Aceh Dukung Festival Kuliner

Pihaknya, meminta pemerintah untuk turun tangan melakukan pemantauan harga sawit. “Saya curiga ada permainan harga, untuk mendapat keuntungan yang besar. Di level mana yang melakukan permainan kami tidak tahu.

Yang jelas harus ada turun tangan pemerintah soal ini,.Kalau tidak kami petani terus dirugikan. Mohon pihak terkait melihat nasib kami petani,” pinta Hendra salah seorang petani sawit lainnya di daerah setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.