Harga Sawit Merangkak Naik, Segini Harga Hari Ini

Harga TBS kelapa sawit di tingkat petani sudah tembus pada level Rp1.000/kg, Selasa (19/07/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Mulai hari ini (Selasa-red), kami sudah membeli harga TBS petani berkisar Rp 1.200 lebih per kilogram,” katanya.

Jurnalis : Suprijal Yusuf 

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kawasan Barat Selata Aceh (Barsela) dalam sebulan terakhir mulai merangkak naik. Bahkan, pembelian di tingkat pabrik Pengelolahan Minyak Kelapa Sawit (PMKS) sudah tembus Rp 1.490/kg, Selasa (09/08/2022).

Kenaikan juga berdampak pada harga TBS di tingkat petani dari Rp 1.150/kg naik menjadi Rp 1.200/kg – Rp 1.230/kg.

Baca Juga:  Kodim Aceh Selatan Gelar Pembinan dan Pemberdayaan KB TNI TA 2022

Nandar seorang agen pengumpul di Blangpidie, Aceh Barat Daya, yang dihubungi antarannews.com, Selasa (09/08/2022) membenarkan harga sawit dalam dua pekan terakhir terus merangkak naik.

“Mulai hari ini (Selasa-red), kami sudah membeli harga TBS petani berkisar Rp 1.200 lebih per kilogram,” katanya.

Para petani mengakui, kebijakan pemerintah dengan mempercepat ekspor CPO dan turunannya belakangan ini, dan ditambah bea ekspor nol persen, telah membuat harga sawit mulai terjadi kenaikan.

“Kebijakan pemerintah ini memang membantu petani,” kata Abubakar seorang petani di Nagan Raya.

Baca Juga:  TBS Sawit Melemah Lagi, Segini Harga Hari Ini

Namun, kebijakan ini seharusnya ada regulasi khusus dari pemerintah dengan melakukan pemantauan harga TBS ditingkat petani.

“Karena harga sawit naiknya terlalu lambat. Bahkan keinginan pemerintah harga sawit petani harus berada pada kisaran Rp 2.000/kg sampai saat ini belum juga terjadi,” kata Ali seorang petani lainnya di Abdya.

Seharusnya ada sanksi tegas dari pemerintah terhadap pengusaha besar yang mempermainkan harga sawit saat ini.

Baca Juga:  Kapus Kluet Timur Serahkan Satu Unit Ambulance untuk Puskesmas Pembantu

“Karena harga saat ini belum menguntungkan para petani sawit, sebab harga pupuk dan obat-obatan pertanian yang masih mahal dipasaran,” ujarnya.

Menurut Ali, sampai saat ini petani di Barsela belum menikmati keuntungan dari kebijakan pemerintah dengan diberlakukan bea ekspor CPO nol persen tersebut.

“Saya kira ini hanya keuntungan para pengusaha besar. Sedangkan kami petani masih gigit jari. Karena harga sawit belum berada ditingkat yang layak sampai saat ini,” ungkap Azis petani lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.