Harga TBS di Abdya Mulai Naik, Saat Ini Rp 1.250/Kg

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan mulai naik dan menggembirakan kalangan petani. Foto IST
Bagikan:

“Memang kenaikan harganya tidak terlalu tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan harga yang dapat memberikan semangat para petani sawit di Abdya,” kata Yusran Adek, agen pengepul sawit di Kecamatan Babahrot.

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE-Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan mulai naik dan menggembirakan kalangan petani. Kenaikan harga secara perlahan itu tentunya membawa angin segar bagi mereka.

Yusran Adek agen pengepul sawit di Kecamatan Babahrot, Rabu (10/8/2022) mengatakan, harga TBS sawit mulai naik secara perlahan yakni Rp 1.250/Kg di tingkat petani. Sebelumnya harga sawit di tingkat petani hanya Rp 1.100/kg.

Baca Juga:  Kodim 0107/Aceh Selatan Geral Acara Upacara Tradisi Korp Raport Pindah Satuan

“Memang kenaikan harganya tidak terlalu tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan harga yang dapat memberikan semangat para petani sawit di Abdya,” katanya.

Meski terjadi perubahan harga, akan tetapi harga itu masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan harga sawit beberapa bulan sebelumnya, yakni per kilogramnya bisa mencapai Rp 2.600/Kg. Dengan kondisi saat itu, petani dapat lebih mudah dalam mengelola kebun mereka serta memperoleh keuntungan yang cukup guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, semenjak harga sawit secara terus menerus anjlok hingga mencapai harga terendah, banyak petani kesulitan dalam biaya perawatan, biaya panen dan lainnya. Bahkan ada petani yang nekat menjual perkebunan mereka, lantaran terkendala dengan biaya dimaksud.

Baca Juga:  Perkuat Kapasitas Kepemimpinan, BAHER Gandeng BRIN laksanakan BIMTEK

Hal senada juga disampaikan Dirman, petani sawit di Kecamatan Kuala Batee. Kenaikan harga di tingkat agen pengepul itu masih terlalu rendah. Akan tetapi kenaikan yang sekecil itu juga menjadi sebuah pengharapan dan motivasi bagi petani sawit.

Bahkan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan belum sepenuhnya mampu menutupi biaya perawatan tanaman. “Memang kondisi harga sawit saat ini belum menyentuh harga normal, namun setidaknya kenaikan harga tersebut telah membangkitkan semangat kerja para petani untuk tetap menggarap lahan perkebunannya,” paparnya.

Ditambahkan, jika harga normal sawit kembali terjadi, diperkirakan para pertani di daerah itu akan menerima keuntungan yang layak karena antara biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan panen sawit seimbang dengan pendapatan yang diterima.

Baca Juga:  Sambut Datangnya Bulan Ramadhan, Pemkab Agara Gelar Zikir Dan Doa Bersama 

Dia berharap, kenaikan harga bisa membawa angin segar bagi kalangan petani sawit, apalagi di Abdya telah hadir dua pabrik kelapa sawit (PKS) yang siap menampung hasil panen petani sawit.

“Persoalan inilah yang selalu dihadapi oleh petani sawit. Meskipun dalam 1 ha hasilnya mencapai 900 kg bahkan lebih, hal itu tetap saja belum mampu mensejahterahkan petani, lantaran harga jual sawit yang masih jauh dari harga normal. Kami berharap harga sawit terus meningkat hingga mencapai harga normal,” harapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.