Harga Tomat Rp 2.000/Kg di Bener Meriah, Petani Singgung Harga Pupuk Yang Meroket

Harga tomat di Bener Meriah terus turun. Pantauan antarannews.com, harga tomat ditingkat petani, Sabtu (23/7/2022), dijual Rp 2.000/Kg dari sebelumnya Rp 5.000/Kg. ANTARAN / SYAH ANTONI
Bagikan:

“Jelas kecewa, tanaman tomat termasuk tanaman yang ekslusif, perawatannya berbeda dengan tanaman lainnya seperti cabai dan kubis. Modalnya-pun agak tinggi, apalagi sekarang harga pupuk yang seperti sudah tidak masuk akal dibeli petani,” ucap Saldi saat antarannews.com berkunjung dilokasinya menanam tomat, Jumat (22/07/2022).

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Harga tomat di Bener Meriah terus turun. Pantauan antarannews.com, harga tomat ditingkat petani, Sabtu (23/7/2022), dijual Rp 2.000/Kg dari sebelumnya Rp 5.000/Kg.

Harga jual yang menurun membuat petani tomat di Bener Meriah terpukul. Pasalnya, harga pupuk dan pestisida yang akhir – akhir ini melambung tinggi tidak mampu diimbangi hasil panen petani.

Baca Juga:  Wacana Forum Tokoh Poros Tengah Aceh Selatan Segera Dideklarasikan

Seperti yang dialami Saldiansyah (22), warga Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Kepada antarannews.com, ia mengaku kecewa, hasil panen tomatnya hanya dihargai Rp 2.000/Kg, padahal modal perawatan tanaman tomat mulai dari memanam sampai panen membutuhkan modal yang cukup besar.

“Jelas kecewa, tanaman tomat termasuk tanaman yang ekslusif, perawatannya berbeda dengan tanaman lainnya seperti cabai dan kubis. Modalnya-pun agak tinggi, apalagi sekarang harga pupuk yang seperti sudah tidak masuk akal dibeli petani,” ucap Saldi saat antarannews.com berkunjung dilokasinya menanam tomat, Jumat (22/07/2022).

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan IKAMAS Jakarta, Ini Harapan Bupati Amran

Ia mengatakan, sebagai perbandingan, bila biasanya membeli pupuk merek Blue Special dengan harga Rp 550.000/sak (isi 50 kilogram), kini harganya naik menjadi Rp 900.000/sak.

Begitu juga dengan pupuk merek Makro Star yang sering ia gunakan. Jika biasanya bisa ia dapatkan dengan harga Rp 450.000/sak, kini menjadi Rp 750. 000/sak.

“Itu baru pupuk, belum lagi pestisida, kayu penopang tanaman tomat, tali, mulsa, dan perlengkapan lainnya. Untuk tenaga tidak usah dulu dihitung,” katanya.

Saldi menyebutkan, modal yang harus ia sediakan untuk menanam tomat lebih besar dari biasanya. Bila sebelumnya untuk 1 pate (1 bungkus) bibit tomat hingga panen.

Baca Juga:  8 Penambang Tertimbun, Polres Aceh Selatan Dalami TKP

Ia hanya mengeluarkan modal dikisaran Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta, kini untuk 1 pate bibit tomat, ia harus merogoh kocek mulai Rp 6 juta sampai Rp 7,5 juta, bahkan lebih, tergantung cuaca.

“Walau harga tomat mahal, income yang didapat tidak akan sebesar dulu, apalagi kalau harga tomat turun Rp 2000/kg, kendatipun demikian, yang namanya petani harus selalu menanam demi tersedianya kebutuhan pangan masyarakat banyak,” tutup Saldi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.