Hari Ini, Harga Alpukat di Bener Meriah Terpantau Stabil

Harga Alpukat ditingkat petani Bener Meriah masih stabil, Rabu (13/7/2022) hari ini, yakni Rp 4000/Kg. ANTARAN / SYAH ANTONI
Bagikan:

Menurutnya, Rp 5000/Kg bisa dikatakan sebagai standar harga yang lumayan tinggi dikalangan petani alpukat, karena jarang harga alpukat diatas harga tersebut.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Harga alpukat di Kabupaten Bener Meriah masih stabil. Pantauan antarannews.com, Selasa (02/08/2022), harga alpukat yang lolos sortiran ditingkat petani dihargai Rp 5.000/Kg.

Alpukat yang lolos sortiran biasanya memiliki berat 2,2 ons sampai 2,3 ons atau sekitar 4 buah alpukat perkilogramnya. Sedangkan harga alpukat yang tidak lolos sortiran di sortir kembali dengan harga jual yang lebih murah.

Baca Juga:  Pj Bupati Agara Tanda Tangani MoU Dengan Kaknwil DJPB Aceh

Salah satu toke alpukat, Alkadaraya (29), kepada antarannews.com mengatakan, harga alpukat dalam beberapa pekan terakhir tergolong stabil bila dibandingkan Juni lalu yang berada dikisaran Rp 3.000/Kg sampai Rp 4.000/Kg.

Menurutnya, Rp 5000/Kg bisa dikatakan sebagai standar harga yang lumayan tinggi dikalangan petani alpukat, karena jarang harga alpukat diatas harga tersebut.

“Alhamdulillah masih akhir – akhir ini stabil, turunpun tidak terlalu signifikan bila dibandingkan Juni lalu. Harga Rp 5.000/Kg sekarang untuk alpukat sudah tergolong mahal,” ucap Alkada saat antarannews.com berkunjung kegudang alpukatnya di Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, selasa (02/08/2022) siang.

Baca Juga:  Viral, Pria Aceh Barat Lolos Lomba Azan di Arab Saudi, Suara Merdunya Bikin Juri Menangis¬†

Alkada menambahkan, masalah klasik yang sering dialami petani alpukat di Bener Meriah adalah kasus pencurian buah alpukat. Ketika harga naik, biasanya kasus pencurian alpukat ikut naik. Hampir setiap petani alpukat mengalami hal yang sama.

“Problema kehilangan buah alpukat saat hendak dipanen masih tinggi dikalangan petani alpukat. Miris, hal tersebut selalu berulang tiap tahunnya, bahkan ada beberapa yang tertangkap lalu dihakimi massa, namun hal tersebut tidak mampu mengurangi tingginya kasus pencurian alpukat di kebun – kebun petani,” tutup Alkada.(*)

Baca Juga:  Kajari Resmikan MAN Inovasi Abdya Sebagai Sekolah Restorative Justice

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.