Hendak Menjual Kulit Harimau Seharga Rp 190 Juta, Warga Terangun Tertangkap Polisi 

Kulit Harimau lengkap bersama tulang belulangnya rencana akan di jual kepada seseorang yang bernama Ahok dengan kesepakatan harga Rp 190.000.000, namun sayang Ahok belum datang MK keburu tertangkap oleh tim gabungan Polres Gayo Lues. ANTARAN / Foto kiriman
Bagikan:

Penangkapan berlangsung di pinggir Blangkejeren – Blang Pidie tepatnya di desa Melelang Jaya Kecamatan Terangun, Senin (12/06/2023).

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Hendak menjual Kulit dan tulang Harimau seharga Rp 190 juta, warga Desa Melelang Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues bernisial KM (30), ditangkap Tim gabungan dari BKSDA dan Resmob Polres Gayo Lues.

Penangkapan berlangsung di pinggir Blangkejeren – Blang Pidie tepatnya di desa Melelang Jaya Kecamatan Terangun, Senin (12/06/2023).

Kulit Harimau lengkap bersama tulang belulangnya rencana akan di jual kepada seseorang yang bernama Ahok dengan kesepakatan harga Rp 190.000.000, namun sayang Ahok belum datang MK keburu tertangkap oleh tim gabungan Polres Gayo Lues.

Kapolres Gayo Lues melalui Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu M Abidinsyah didampingi Waka Polres dan petugas BKSDA Aceh serta petugas TNGL pada Konferensi Pers, Rabu (14/06/2023) siang mengatakan, kepada Polisi tersangka KM mengaku bahwa bagian tubuh satwa yang di lindungi itu berada dalam penguasaannya sejak Jumat tanggal 09 Juni 2023 sekira pukul 10.00 WIB.

Baca Juga:  Bahas Pemulihan Ekonomi, Dandim Aceh Selatan dan Rafli Kande Lakukan Komunikasi Dialogis

“Atau sewaktu tersangka tiba di kebun jagung miliknya yang berjarak sekitar 450 meter dari perkampungan Desa Malelang Jaya, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues. “MK melihat satu skor harimau tergeletak yang diperkirakannya sudah dalam keadaan mati terkena strum listrik, strum sengaja dipasang untuk membasmi hama babi,” kata Iptu M Abidinsyah.

Melihat keadaan yang demikian, lanjutnya, tersangka teringat pesan salah seorang rekannya berinial AK (DPO) yang pernah menyampaikan bahwa jika nanti harimau yang sering berkeliaran di lokasi itu terkena setrum agar segera menginformasikan karena kulitnya dapat dijual dengan harga mahal.

“Mendapatkan keadaan demikian, maka dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z, tersangka langsung pergi menjumpai AK yangs saat ini DPO di Desa Terlis, Kecamatan Terangun,” ungkap Kasat Reskrim.

Setelah itu, lanjutnya, mereka bersama-sama kembali ke kebun milik tersangka KM di Desa Malelang Jaya. Setibanya di kebun jagung tersangka KM, dan rekannya bernama AK terlebih dahulu memastikan keadaan harimau itu yang ternyata sudah mati.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Erick Thohir Apresiasi Langkah Cepat Polri 

“Setelah itu Mk dan AK bersama sama mengambil kulit harimau dengan cara mengkuliti kulit mengambil bagian tulang belulangnya dengan mengunakan sebilah pisau milik tersangka KM,” kata Iptu M Abidinsyah.

Selesai mengambil kulit dan tulang belulang harimau itu, lanjutnya, tersangka KM dan AK (DPO) menggali lubang sedalam setengah meter dan kemudian mengubur seluruh bagian daging harimau tersebut.

“Pada hari Sabtu tanggal 10 Juni 2023 sekira 11.00 wib, tersangka dijemput Sdr. AK dan bersama-sama menuju ke Desa Terlis Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues dan kepadanya diserahkan nomor handphone calon pembeli bernama toke AHOK,” beber Iptu M Abidinsyah.

Dalam pembicaraan melalui handphone, ungkapnya, tersangka dan Ahok menyepakati bahwa harga kulit harimau lengkap dengan tulang belulangnya adalah senilai Rp 190.000.000 dan juga menentukan waktu serah terima barang itu pada hari Senin tanggal 12 Juni 2023 pukul 19.30 wib bertempat di pinggir jalan umum Desa Malelang Jaya, Kecamatan Terangun, Gayo Lues.

Baca Juga:  Pemkab Abdya Lelang 6 Jabatan Eselon II

“Pada senin Sekira pukul pukul 20.00 wib tiba satu unit mobil Innova warna hitam yang kemudian turun salah satu orang yang tidak dikenalnya meminta menunjukan barang,” terangnya.

Tanpa curiga sedikitpun, ungkap Kasat, tersangka mengambil barang miliknya ke sebuah gubuk berjarak 25 meter dari pinggir jalan umum Terangun – Blangpidie dan kemudian menunjukannya kepada petugas dan ketika itulah dirinya ditangkap.

“Ternyata yang menanyakan barang adalah petugas Kepolisian,” cerita Iptu M Abidinsyah.

Akhirnya, lanjut Abidin, AK bersama barang bukti satu buah karung warna putih berisikan kulit harimau sumatera, satu buah karung warna putih berisikan tulang belulang, satu buah tanduk rusa, Satu unit handphone Nokia dan satu pisau di amankan di Mapolres Gayo Lues.

“Polres Gayo Lues saat ini sedang melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap terduga pelaku AK . Melakukan pendalaman terhadap jaringan perdagangannya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.