Hindari Laka, Satlantas Polres Abdya Tegur Mopen Bak Terbuka

Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma menegur pengemudi mobil pick up yang mengangkut penumpang dalam rangka ops Ketupat Seulawah di Abdya, Sabtu (13/4/2024) sore. ANTARAN / Rizal
Bagikan:

“Kita memberikan edukasi kepada para sopir yang mengangkut penumpang menggunakan mobil bak terbuka atau mobil barang. Pasalnya, sangat rentan terjadi kecelakaan,” kata Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto. 

Jurnalis : Rizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Guna menghindari kecelakaan berlalulintas di jalan raya, Satlantas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menegur sejumlah mobil penumpang (mopen) bak terbuka yang semestinya digunakan untuk mengangkut barang.

“Kita memberikan edukasi kepada para sopir yang mengangkut penumpang menggunakan mobil bak terbuka atau mobil barang. Pasalnya, sangat rentan terjadi kecelakaan,” kata Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto melalui Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma ketika tengah melakukan pengamanan Operasi Ketupat Seulawah di Blangpidie, Sabtu (13/4/2024) jelang sore.

Baca Juga:  Pj Bupati Abdya Inspektur Apel Operasi Ketupat Seulawah 2024

Upaya itu, lanjut AKP Tri Andi untuk menghindari kecelakaan lalulintas dan meminimalisir jumlah angka korban laka lantas seperti yang terjadi di berbagai daerah yang menelan korban jiwa. Penyebabnya, karena mengabaikan faktor keselamatan, dalam rangka Operasi Ketupat Seulawah 2024.

“Kita memberi teguran keras kesemua pengemudi mobil angkutan barang yang membawa penumpang (orang), di karenakan bukan peruntukannya,” lanjut AKP Tri Andi.

Selain itu, sambung Tri Andi, membawa orang dengan mobil bak terbuka jelas menyalahi aturan. “Kami juga memeriksa kelengkapan kendaraan dan SIM sopir. Tujuannya, agar tak ada lagi mobil angkutan barang yang mengangkut penumpang demi mencegah jatuhnya korban jiwa,” ujarnya.

Baca Juga:  Manajemen BPKS dan Direksi PT PEMA Dilantik, Ini Kata Pj Gubernur Bustami Hamzah

Hal ini, tambahnya, memang menjadi salah satu perhatian utama dalam menekan angka kecelakaan. Sebab warga Abdya khususnya dari daerah pedesaan banyak yang menggunakan kendaraan angkutan barang untuk mengangkut orang.

Dalam pasal 137 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), telah diatur bahwa mobil barang dilarang untuk angkutan orang. Hal ini merujuk pada definisi mobil barang dan mobil penumpang yang jelas-jelas berbeda.

Baca Juga:  Polres Abdya Berikan Layanan Berobat Gratis dan Bagi Sembako

“Jadi, pengemudi wajib sadar dan berhati-hati agar tidak lagi membawa penumpang. Selain berbahaya dan bisa memicu kecelakaan lalu lintas, ada sanksi tegas menanti,” demikian tandas Tri Andi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.