Hingga Hari ke 6 Pasca Banjir Bandang, Akitivitas Pendidikan di Ladang Rimba Masih Lumpuh

Seperti inilah kondisi SDN 2 Ladang Rimba, Trumon Tengah paska diterjang banjir bandang. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Lima sekolah di Gampong Ladang Rimba bagaikan terbenam. Proses belajar mengajar lumpuh total akibat fasilitas rusak parah dan digenangi lumpur dampak banjir bandang,” kata Teuku Sukandi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pasca banjir bandang yang menerjang kawasan Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada, Senin (20/11/2023) malam lalu, sedikitnya lima gedung sekolah mengalami kerusakan serius.

Tokoh masyarakat barat selatan (Barsela), Teuku Sukandi yang mantan anggota legislatif dari PDI-P mengatakan, pasca banjir bandang, lima gedung sekolah di Ladang Rimba mengalami kerusakan dan masih tergenang (tertimbun) lumpur. Buntutnya, hingga hari keenam bencana terjadi, aktivitas pendidikan lumpuh total.

Baca Juga:  Lama Dinantikan, Akhirnya Jembatan Lengom Tripe Jaya Dapat Dinikmati

“Lima sekolah di Ladang Rimba bagaikan terbenam. Proses belajar mengajar lumpuh total akibat fasilitas rusak parah dan digenangi lumpur setinggi hampir satu meter akibat terjangan banjir bandang,” kata tokoh Barsela, Teuku Sukandi melalui telepon genggam, Minggu (26/11/2023).

Lima gedung sekolah dimaksud dengan klasifikasi rusak berat, meliputi SMAN I,
SMPN 1, SMP Rahmatul Ibad, SDN 1 dan SDN 2. Kondisinya benar-benar memprihatinkan dan butuh waktu perbaikan yang relatif lama.

Baca Juga:  Jika Ada Dukungan Masyarakat, Ahmad Danion Siap Maju Sebagai Calon Bupati Simeulue

Menurutnya, solusi pemulihan yang efektif, cepat dan tepat untuk semua sektor harus dilaksanakan gerakan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi Aceh dan pusat.

Apabila tidak dilakukan upaya pemulihan dengan sistem terpadu, tutur Teuku Sukandi, maka berefek kepada terpuruknya roda perekonomian, pembodohan generasi hingga ancaman inflasi dan stunting.

“Harapan kami, pemerintah di semua jenjang tidak membiarkan proses pembelajaran di Ladang Rimba lumpuh dalam waktu lama dan jangka panjang,” papar Teuku Sukandi.

Baca Juga:  Sambut HUT RI ke-77 Tahun, Gampong Paya Laba Berhias

Menurut dia, supaya percepatan penanganan bencana banjir bandang tidak terkendala dan lebih maksimal, maka pemerintah Provinsi Aceh harus turun tangan alias tidak melepas tanggung jawab kepada daerah semata atau berprinsip buang badan.

“Mari kita wujudkan kecerdasan anak bangsa dengan bekerja keras, berpikir energit dan tidak membiarkan terjadi kelumpuhan. Siswa, pelajar dan murid-murid menanti kebijakan yang dicanangkan pemerintah Aceh Pj Gubernur Achmad Marzuki terhadap pemulihan banjir bandang,” tegasnya.

Diakhir penyampaian, ia berharap pemerintah Aceh menunjukan sikap keberpihakan kepada rakyat, pungkas Teuku Sukandi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.