Hujan Intensitas Tinggi, 17 Desa di Abdya Terendam Banjir Luapan

PEMBERSIHAN : BPBK Abdya dan tim gabungan melakukan pembersihan material banjir yang menumpuk di bawah jembatan Desa Padang Kawa Kecamatan Tangan-Tangan, Jumat (3/3/2023). ANTARAN / AGUS
Bagikan:

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Hujan dengan intensitas tinggi membuat 17 desa dalam 4 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir luapan. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Jumat (3/3/2023) bergerak cepat melakukan monitoring titik banjir luapan akibat tingginya intesitas hujan yang mengguyur wilayah setempat.

Kepala BPBK Abdya, Armayadi ST kepada wartawan menyebutkan, berdasarkan hasil monitoring pihaknya di lapangan, tercatat sebanyak 4 kecamatan dan 17 desa dalam Kabupaten Abdya yang dilanda banjir luapan.

Seperti di Kecamatan Lembah Sabil meliputi Desa Ladang Tuha II, Alue Rambot, Kuta Paya dan Suka Damai. Kemudian Kecamatan Manggeng meliputi Desa Tokoh I, Blang Manggeng, Sejahtera, Lhok Paoh dan Padang.

Kecamatan Tangan-Tangan meliputi Desa Drien Jaloe, Mesjid, Suak Nibong, Padang Kawa dan Suak Labu. Terakhir Kecamatan Setia meliputi Desa Ujung Tanah, Tangan-Tangan Cut dan Cinta Makmur.

“Akibat banjir luapan ini membuat sarana pendidikan, Pos Koramil, sarana ibadah, sarana kesehatan terendam banjir luapan. Kemudian rusak dan tersumbatnya saluran air. Penumpukan material banjir di jembatan Desa Padang Kawa serta terendamnya rumah warga,” terangnya.

Baca Juga:  Musorkab IV KONI Abdya Dinilai Curang, Pemilik Mandat Dilarang Masuk

Hingga saat ini pihaknya yang juga dibantu tim reaksi cepat, SAR, Tagana, TNI, Polisi hingga instansi terkait lainnya masih melakukan upaya pemantauan serta memberikan penanganan evakuasi darurat dan mobilisasi terhadap korba banjir luapan.

Terkait kondisi itu, dia menghimbau warga kabupaten setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya banjir luapan yang bisa terjadi kapan saja. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, kabupaten dengan sembilan kecamatan dan 152 desa itu kerap diguyur hujan dengan intensitas rendah, sedang dan tinggi.

Disebutkan saat ini wilayah Abdya dan sekitarnya kerap diguyur hujan lebat. Terlebih, intensites hujan yang melanda wilayah Abdya dan sekitar bisa memicu terjadinya banjir luapan dari sejumlah daerah aliran sungai (DAS) termasuk saluran air dalam lingkungan pemukiman warga.

Baca Juga:  Salah Seorang Personil Polres Aceh Selatan Masuk Islam

Berdasarkan hasil pantauan pihaknya di lapangan, pemicu luapan air kerap disebabkan oleh tersumbatnya saluran air. Penyebabnya adalah sampah rumah tangga dan sampah lainnya.

Ketika terjadi penumpukan sampah dalam saluran air, secara otomatis laju air dari hulu ke hilir akan tersendat, bahkan debit air tidak sanggup lagi ditampung oleh saluran yang kemudian mengakibatkan banjir luapan di pemukiman warga.

“Intinya tingkat kesadaran warga dalam menjaga lingkungan sangat penting, hingga hari ini telah banyak saluran air dan sungai yang kami bersihkan, termasuk di kawasan Desa Padang Kawa Kecamatan Tangan-Tangan. Jika lingkungan bersih dan saluran air terjaga, tentu tidak ada luapan air. Sampah yang menumpuk akan memicu terjadinya peningkatan sedimen dalam saluran maupun dalam DAS,” terangnya.

Seluruh warga Abdya diharapkan untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca seperti ini. Terkait kondisi itu, pihaknya terus melakukan patroli ke sejumlah wilayah dalam sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya yang dianggap rawan terjadi banjir luapan.

Baca Juga:  Safaruddin Beri Bantuan Untuk Dayah Puskiyai Aceh 

BPBK Abdya jauh-jauh hari telah menyiapkan tim reaksi cepat yang disebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat, guna dapat menginformasikan kepada posko induk BPBK Abdya jika sewaktu-waktu terjadi banjir luapan ataupun bencana alam lainnya.

Tim dimaksud akan terus memantau setiap titik-titik yang memang dianggap sebagai kawasan rawan bencana, sehingga upaya evakuasi dan penanggulangan dapat secepat mungkin dilakukan.

“Kami harapkan peran aktif warga Abdya dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar banjir luapan bisa diminimalisir. Debit air sungai memang kerap meningkat ketika hujan turun, ada yang sempat memasuki pemukiman warga bahkan ada juga yang merendam badan jalan serta areal persawahan. Akan hal itu kewaspadaan masyarakat harus tetap ada selama musim penghujan ini,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.