Ini Penyebab Antrian Kendaraan Jalur Nasional di Lokasi Banjir Bandang Trumon

Kondisi genangan banjir di jembatan Ladang Rimba, Trumon Tengah, Aceh Selatan salah satu faktor pemicu antrian kendaraan rida empat. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Prediksi kami ada beberapa faktor penyebab terjadinya antrian panjang di lokasi banjir bandang, Trumon Tengah. Diantaranya genangan banjir dan saling menyerobot untuk mendahului,” ujar H Zainal.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, H Zainal SE membeber indikasi penyebab terjadinya antrian panjang mobil lintasan nasional pasca bencana banjir bandang Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah sejak beberapa hari terakhir.

Kepada antaran, saat bertemu di lokasi antrian tepatnya di jembatan Ladang Rimba, Minggu (26/11/2023), H Zainal mengatakan, penyebab terjadinya antrian kendaraan (mobil) di areal bencana alam ada beberapa faktor.

Kemungkinan dari akses pekerjaan alat berat yang sedang membersihkan ruas jalan dari material lumpur dan bongkahan kayu relatif kecil. Alasannya, dalam menangani tindak darurat pihaknya memberlakukan sistem buka tutup.

Baca Juga:  Malam Pertama, Anjungan PKA Aceh Selatan Diserbu Gelombang Masa

“Prediksi kami ada beberapa faktor penyebab terjadinya antrian panjang di lokasi banjir bandang, Trumon Tengah. Diantaranya genangan banjir dan saling menyerobot untuk mendahului,” ujar H Zainal.

Faktor pertama, terjadinya genangan banjir pada ruas jalan lintas nasional setinggi pinggang di kepala jembatan Ladang Rimba, bersumber dari meluapnya sungai Lae Soraya Gelombang, Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

“Akibat genangan air yang tinggi tersebut, mengakibatkan ratusan mobil tidak bisa melintas, terutama kendaraan berbody kecil. Kecuali dump truck dan mobil berdaya jelajah tangguh,” ungkap H Zainal.

Menurut Kalak BPBD, dalam kondisi masih antrian, sebagian kendaraan berusaha menerobos dengan menyelip kendaraan lain untuk niat mendahului. Tahu-tahu dihadapkan dengan kendaraan yang melaju dari proses buka tutup dengan posisi berhadapan kepala. Inilah satu pemicu yang sering terjadi.

Baca Juga:  Dua Unit Rumah Warga di Tapaktuan Hangus Terbakar

Buntutnya, ruas jalan yang sempit dan terhimpit kendaraan yang sudah antrian menjadi macet. Fenomena ini bertambah parah lantaran dibelakang kendaraan menyerobot diikuti sejumlah mobil lain dari belakang.

“Kami mensinyalir, mobil yang melakukan penyerobotan (penyelipan) untuk mendahului tersebut memanfaatkan mobil-mobil yang bekerja untuk tindakan darurat dan truck-truck pembuang material limbah dengan motif mengekor dari belakang,” ulasnya.

Padahal, ungkap H Zainal, setiap titik yang dinilai rawan antrian dan lokasi alat berat bekerja ada petugas TNI-Polisi dan Dinas Perhubungan bekerjasama mengatur tertibnya lalulintas. Sayangnya, instruksi petugas sering tidak dipatuhi dan dianggap sepele.

Baca Juga:  Pj Bupati Abdya Ikut Berlumpur Bersihkan Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Selatan

“Kami salut dan bangga kepada aparat TNI-Polisi dibantu personel Dinas Perhubungan yang senantiasa tangguh dan sabar dalam kondisi apapun. Pelaksanaan penanganan tindakan darurat pemulihan banjir bandang pun diback up aparatur TNI-Polisi dan Dinas Perhubungan,” sergahnya.

Demi kenyamanan dan kelancaran bersama, ia mengajak dan menghimbau semua pihak untuk berpartisipasi. Para sopir harus sabar dan menghindari saling mendahului untuk mengantisipasi kemacetan dan antrian.

“Kalau sedang dalam kondisi banjir, dipaksakan sekalipun juga tidak ada artinya, malah berakibat fatal. Izinkan kami bekerja dengan baik, lancar dan sukses, agar kendala ini tersudahi,” pungkas H Zainal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.