Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, Wartawan Aceh Selatan Berduka

Ilustrasi korban tenggelam. (Dok Pojoksatu)
Bagikan:

“Padahal korban tidak pernah memancing, entah kenapa pada hari naas ini tiba-tiba ia turun ke laut. Lalu terseret ombak dan terbawa arus hingga Imran Samad pergi untuk selama-lama menghadap Allah SWT,” kata May Fendri, teman dekat korban.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Salah seorang wartawan media online lokal di kabupaten Aceh Selatan meninggal dunia setelah hanyut terseret ombak dan terbawa arus laut di kawasan perairan Rindu Alam Cafe, Gampong (desa) Lhok Keutapang, Kecamatan Tapaktuan, Sabtu (27/5/2023) sekira pukul 18.00 WIB sore.

Baca Juga:  Lantunan Tilawah Qori Internasional Berkumandang Saat Pembukaan MTQ ke-36 Di Pulau Haloban

Sahabat kental korban yang juga Ketua Satgas SAR Aceh Selatan dan satu dapur media, May Fendri yang dikonfirmasi antaran membenarkan Imran Samad telah meninggal dunia akibat hanyut dan terseret ombak pada pukul 18.00 WIB sore tadi.

“Pada hal korban tidak pernah memancing, entah kenapa pada hari naas ini tiba-tiba ia turun ke laut. Lalu terseret ombak dan terbawa arus hingga Imran Samad pergi untuk selama-lama menghadap Allah SWT,” kata May Fendri, teman dekat korban.

Menurut Mey Fendri, almarhum pergi memancing bersama anaknya di seputaran Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tiba datang ombak, sontak saja tubuh korban terseret arus.

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah Ramadan 2023 untuk Wilayah Aceh Besar dan Sekitarnya

“Mengetahui peristiwa itu, saya bersama Tim SAR bereaksi untuk memberi pertolongan. Korban ditemukan dan langsung di larikan ke RSUD-YA Tapaktuan. Namun kehendak berkata lain, Allah lebih sayang kepada Imran Samad dan kembali menghadap sang Khalid,” tutur May Fendri dengan linangan air mata.

Saat ini, lanjut Mey Fendri, jenazah almarhum Imran Samad sudah dipulangkan ke rumah duka di Gampong Lhok Keutapang, Tapaktuan.

Sejumlah wartawan di Aceh Selatan menyatakan belasungkawa dan duka mendalam atas tragedi yang mengakibatkan meninggal dunia sang jurnalis.

Baca Juga:  Maju DPR-RI Dapil Aceh l, Tokoh Barsela Suprijal Yusuf Diusung NasDemĀ 

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya sang sahabat (Imran Samad). Banyak karya jurnalis yang ditoreh semasa dia masih hidup untuk mempublikasi kemajuan daerah,” ungkap Wakil Ketua PWI Aceh Selatan, Ichdar Ifan, ST.

Kini buah pikiran dan goresan pena almarhum menjadi kenangan untuk terus dikenang. Semoga jasad korban diterima dengan baik di sisi Allah dan ditempatkan dalam Syurga serta diampuni segala dosanya, pungkas salah seorang wartawan lain.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.